W WARTA

Masyarakat Kec. Babat Keluhkan Mahalnya Biaya Administrasi Pernikahan Dari Desa Sampai Ke KUA

LAMONGAN, (mediadestara.com) - Mahalnya biaya pernikahan dari Desa sampai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan Provinsi Jawa Timur masyarakat banyak yang mengeluh dan resah meski sudah ada aturan yang jelas tentang biaya pernikahan, (06-04-2021).
 
Balai Nikah Kecamatan Babat

Pengakuan Karmian dari Dusun Dawar Desa Kebonagung selaku orang tua salah satu pengantin baru itu mengatakan, ketika melakukan pendaftaran pernikahan ia harus membayar biaya nikah di kantor KUA Kecamatan Babat sebesar Rp 700.000,- dan waktu pelaksanaan pernikahan pada hari Kamis tanggal 20 Mei 2021, di kantor KUA dikenakan lagi biaya Rp.300.000,- dan masih ada lagi tambahan rokok dua bungkus, jadi total biaya keseluruhan sebesar Rp 1.000.000,- karmian menjelaskan tentang rincian biaya tersebut digunakan untuk biaya akad nikah sebesar Rp.500.000,- untuk biaya tidak punya Akta dikenakan Rp.200.000,- itu pun tidak dibuatkan Akta, untuk biaya Penghulu dan Pegawai Pencatat Nikah (PPN) Rp.200.000,- dan biaya Mudin Rp.100.000,- dari salah satu oknum di kantor KUA berpesan dalam bahasa Jawa "Ojo ngomong sopo-sopo lo yo sing penting podo ikhlas engko ndak dadi omongan Nok warga (jangan bilang siapa-siapa ya' yang penting sama-sama ikhlas agar tidak jadi bahan omongan di masyarakat *red)" ungkapnya.

Ada lagi pengakuan dari pengantin baru yang namanya tidak mau disebutkan dari Dusun Kalen Desa Kebonagung yang mana pengurusan pernikahan dipasrahkan kepada Maksun selaku Mudin pernikahan Desa kebonagung, dari mudin Desa kebonagung dikenakan biaya Rp.1.100.000,- untuk biaya pengurusan dan pendaftaran, untuk yang lain dikenakan lagi biaya Rp.500.000,- di kantor KUA Kecamatan Babat untuk rinciannya Rp.200.000,- untuk biaya tidak bisa hadir mempelai wanita di saat hasil di kantor KUA Babat, dan masih di minta lagi membayar Rp.300.000,- untuk dibagi ke penghulu Rp.200.000,- sama Mudin Rp.100.000,- jadi total keseluruhan biaya biaya pernikahan Rp.1.600.000,- yang acara pernikahannya dilakukan malam 29 menjelang lebaran pada hari libur dan acara pernikahan itu dilakukan di rumah, dengan pesan terakhir yang sama oleh oknum penghulu dan (PPN) di kantor KUA Babat juga berpesan " jangan bilang siapa-siapa nanti jadi omongan masyarakat yang penting sama-sama ikhlas, dia juga menjelaskan dengan nada kesal masa orang mau ibadah kok dipersulit dan biaya itu kalau masyarakat orang mampu mungkin tidak jadi masalah, sedangkan untuk orang miskin atau orang yang tidak mampu biaya sebesar itu sangat akan memberatkan masyarakat, kalau ditanya ikhlas atau tidak ikhlas yang pasti kita butuh dan keikhlasan itu tidak ada ukuran kok malah diminta nominal sekian untuk kuitansi juga tidak diberikan " terangnya.

" Dan masih ada lagi keterangan pengantin baru dari desa Plaosan Kecamatan Babat, yang nama juga tidak mau disebutkan untuk kepengurusannya dipasrahkan kepada Bahrudin selaku petugas mudin nikah Desa Plaosan dia menanyakan kepada Bahrudin untuk biaya pernikahan di KUA yang harus dibayar Rp.1.200.000,- untuk desa Rp.200.000,- yang dibagi menjadi dua Rp.100.000,- untuk desa dan Rp.100.000,- lagi untuk Bahrudin, setelah itu dia pasrah lagi pengurusannya ke Bahrudin dari desa sampai KUA Kecamatan Babat dikenakan lagi biaya Rp.100.000,- dia juga sempat meminta kuitansi kepada Bahrudin tapi tidak diberikan kuitansi, kata Bahrudin tidak usah kuitansi tidak apa-apa, setelah itu rapak atau hasil di kantor KUA Babat, dari pihak KUA menanyakan mengenai akta calon pengantin yang tidak mempunyai akta dan dikenakan lagi biaya sebesar Rp.200.000,- untuk biaya akta kelancaran persyaratan nikah, tidak lupa dari oknum di kantor KUA berpesan kepada calon pengantin untuk nanti yang datang siapa saja penghulu sama Mudin tolong dikasih uang bensin untuk penghulu Rp.200.000,-dan untuk mudin Rp.100.000,- ,akan tetapi dari pihak tuan rumah cuma di amplop Rp.100.000,- untuk penghulu dan Rp.100.000,- untuk mudin, dari total keseluruhan semua biaya nikah menjadi Rp.1.900.000,- " Tambahnya.

Maksun Mudin nikah Desa Kebonagung saat dimintai keterangan di rumahnya mengenai perihal seputar biaya pernikahan yang dikeluhkan masyarakat mengatakan, kalau maksun berjalan dengan tiga aturan yang pertama aturan Desa kebonagung yang kedua aturan kantor KUA Babat dan yang ketiga aturan pemerintah, menurut maksun kalau tiga aturan itu tidak dijalankan satu saja maka tidak akan berjalan mulus untuk urusan pernikahan, maksun juga mengakui biaya pengurusan pendaftaran dari Desa sebesar Rp.1.000.000 untuk yang nikah di rumah yang rinciannya untuk Kepala Desa (Kades) dan Kas Desa sebesar Rp.100.000,- untuk pembayaran Bank Rp.600.000,- dan selebihnya untuk biaya transportasi dari Desa sampai kantor KUA Babat, maksun juga mengakui bahwa pernikahan yang diselenggarakan di kantor KUA Babat juga dikenakan biaya sebesar Rp.500.000,- maksun juga mengeluhkan " selama ini saya tidak dapat gaji dari Desa apalagi dari Pemerintah selama bertahun-tahun saya tidak pernah menerima apa-apa dari desa ataupun gaji padahal saya sudah melakukan kewajiban saya sebagai Mudin nikah Desa kebonagung tetapi kenapa hak saya kok tidak diberikan ataupun diperhatikan padahal dulu sudah dimusyawarahkan dan musdes bahkan sudah jadi Peraturan Desa (Perdes) kan itu harusnya wajib dilaksanakan tanggung jawab desa untuk memenuhi hak saya karena kewajiban saya sudah saya penuhi, meskipun begitu keinginan saya harusnya setiap tahun itu harus ada laporan kas desa dari hasil pengantin saya untuk pembelian kursi atau barang yang lain di balai desa kebonagung itu sudah dapat berapa jumlahnya atau untuk apa kok tidak pernah ada laporan, Maksum menegaskan lagi kalau saya dipikirkan dan hak saya diberikan saya akan ikuti semua aturan Desa kebonagung apapun itu saya siap tapi kalau saya dibiarkan begitu saja disuruh mencari-cari sendiri saya lebih baik lepas ini adalah hasil dari sebuah sebab dan akibat " tegasnya.
 
Kepala KUA Babat

Kepala KUA Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan Alianto saat ditemui di kantornya untuk dikonfirmasi terkait permasalahan mahalnya biaya pernikahan yang dikeluhkan masyarakat khususnya di Kecamatan babat menjawab, bahwa pernikahan yang dilakukan di kantor KUA babat biaya Nol Rupiah alias gratis dan pernikahan yang dilakukan di luar kantor KUA Babat atau mengundang di rumah dikenakan biaya Rp.600.000,- untuk dibayarkan di bank penerimaan negara bukan pajak (BNPB) Ali juga tidak memungkiri terkait uang yang diterima dari pemberian masyarakat uang sukarela sebagai rasa terima kasih besaran uang mulai Rp.100.000,- sampai Rp.150.000,- uang itu diberikan di awal pernikahan adapun sesudah pernikahan, di singgung mengenai oknum yang disinyalir ada di KUA Kecamatan Babat yang meminta calon pengantin atau orang tua pengantin untuk biaya penggantian aktasebesar Rp.200.000,- dan biaya tidak bisa datang salah satu calon pengantin ke kantor KUA Babat untuk hasil pengganti tanda tangan sebesar Rp.200.000,- dan juga oknum KUA yang meminta uang transportasi sebesar Rp.300.000,- Ali menjawab tidak tahu-menahu tentang masalah itu, Ali juga menyinggung biasanya biaya yang banyak dikeluarkan masyarakat itu dari Mudin desa untuk biaya pemberkasan dan pengurusan dari desa sampai kantor KUA Babat, menurut keterangan dari Alianto selaku kepala kantor KUA Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan.
 
Bukti pembayaran Administrasi pernikahan

Aturan PP nomor 48 tahun 2014 tentang perubahan atas PP nomor 47 tahun 2004 tentang tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak (PNBP) telah mengatur bahwa biaya pernikahan hanya terbagi menjadi dua, pertama gratis alias nol rupiah jika proses nikah dilakukan pada jam kerja di kantor KUA dan kedua dikenakan biaya Rp.600.000,- jika nikah dilakukan di luar kantor KUA atau di luar hari dan jam kerja, Dan ternyata praktik saat ini di lapangan biaya pernikahan itu mahal. .(Kusnadi).