W WARTA

Focus Group Discussion (FGD) Penelusuran Sejarah Mesuji

BANDAR LAMPUNG (mediadestara.com) - Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mesuji di Hotel Emersia Bandar Lampung. Kamis (07/10/2021).

Turut hadir dalam kegiatan ini Bupati Mesuji Saply TH, yang diwakili oleh Sekda Mesuji Syamsudin S.Sos Kadis Dikbud mesuji, Andi S. Nugraha Doktor I Wayan Mustika, Made Giri Gunadi S.S.M.SI, Anshori Djausal dan Ronald Nasution, kalangan pemerintah, akademisi, Budayawan, seniman dan tokoh adat.

Kabupaten Mesuji merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Lampung, hasil dari pemekaran Kabupaten Tulang Bawang, mengingat wilayah Kabupaten Tulang Bawang saat itu sangat luas dan lokasi Kabupaten Mesuji (saat itu masih Kecamatan Mesuji, wilayah Kabupaten Tulang Bawang) yang terlampau jauh dari pusat pemerintahan di Menggala, maka atas dasar percepatan dan pemerataan pembangunan, peningkatan kesejahteraan, serta keterjangkauan pelayanan umum, komponen masyarakat Mesuji menyatakan keinginan masyarakat untuk memisahkan diri dari Kabupaten Tulang Bawang dan membentuk Kabupaten Mesuji.

Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya pada tanggal 29 Oktober 2008, DPR RI melalui Sidang Paripurna mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pembentukan Kabupaten Mesuji yang selanjutnya pada tanggal 26 November 2008 terbitlah Undang-Undang Nomor 49 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Mesuji di Provinsi Lampung yang kemudian tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari lahir Kabupaten Mesuji. Padatanggal 3 April 2009.

Setelah terbentuk Kabupaten Mesuji merupakan salah satu kabupaten yang ada di Propinsi Lampung sehingga secara administrasi dan wilayah merupakan satu kesatuan dengan propinsi Lampung, akan tetapi secara kebudayaan dan adatisti adat serumpun dengan Propinsi Sumatera selatan khususnya Ogan KomeringIlir(OKI)
 
Suasana ruangan saat Discussion berlangsung

Pertanyaan yang kemudian timbul adalah, Sebagai kabupaten baru Apakah yang akan menjadi simbol Indentitas Kebudayaan Kabupaten Mesuji

Dengan latar belakang tersebut, Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mesuji melaksanakan FGD penelusuran Sejarah Kebudayaan Mesuji untuk menggali Peninggalan-peninggalan bersejarah dan menentukan Pakem Kebudayaan Mesuji Sebagai Simbol Indentitas Kebudayaan Mesuji.

Habibie Al Andalasie, Aktivitas/pemerhati adat Mesuji mengatakan "acara ini kami laksanakan untuk menjadikan Mesuji memiliki Kebudayaan tersendiri lepas dari Bayang-bayang Oki Sumatra Selatan dan Lampung, sehingga dapat menjadikan mesuji sejajar dengan marga lain di kerajaan pepadun lampung." Ujarnya.

"Di ahir acara ini kami akan melakukan penyerahan makalah tentang Adat Pernikahan Marga Mesuji yang dirilis dari narasumber tokoh adat 8 Desa tua yang ada di Mesuji Oleh Habibie Al Andalasie dan Aris Badri diterima oleh Kabid Kebudayaan Ibu Priska."tutupnya. [Sulton].