W WARTA

Kades Betumonga Melecehkan Profesi Wartawan dan Ada Indikasi Ancaman   

KEP. MENTAWAI (MDN) - Perkataan Kepala Desa (Kades) Betumongan Joni Saritoitet dalam rekaman video yang mengecilkan dan menghina profesi wartawan dengan pelarangan memasuki kantor Desa Batumonga apalagi ruangan kantor Desa hal itu sangat menarik perhatian apalagi terhadap insan Pers.
 
Selain hal itu dalam rekaman video yang dimiliki salah satu jurnalis, sangat jelas bahwa kepala Desa Betumonga mengancam wartawan dan mengatakan kalau masuk kantor desa Betumonga Kecamatan Pagai Utara akan mati ditempat.  Apa alasan Kades Betumongan Joni Saritoitet hingga menghina dan mengancam wartawan seperti itu.
 
 
Belum lagi yang bisa dikutip dari transkrip perkataan Joni Saritoitet yang mengatakan bahwa wartawan tidak bergaji dan lain sebagainya, lebih baik wartawan tanam pisang atau pingang yang terdengar dalam rekaman, dan sangat merendahkan profesi wartawan.
 
Jika kita simak dan kita perjelas lagi, perkataan Kades Joni Saritoitet sangat alergi terhadap kerja wartawan. Justru disinilah patut diduga Kades Joni Saritoitet menyimpan segudang permasalahan didesanya yang harus disikapi bersama secara professional dan bersama oleh seluruh para wartawan dan media local di kepulauan Mentawai khususnya agar mengetahui sebenarnya apa yang sedang terjadi di Desa Betumonga khususnya dan kinerja dan kepemimpinan Joni Saritoitet.
 
Hal itu mendapat tanggapan dari Sekjen Literasi Kajian Desa Nusantara (LKDN) Ir. Handoyo yang juga sebagai insan Pers media. Setelah mencermati dan mendengar potongan video Kades Betumonga, Ia kepada MDN mengatakan, “ perkataan Kades Betumonga ini tidak patut diucapkan oleh seorang kades, jika dia mengerti dan tahu aturan dan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Jika perlu dilakukan somasi dengan ucapanya itu. Selain itu menurut saya, pak Kades ini patut diduga seperti ada yang disembunyikan didalam pemerintahannya. Nah hal seperti ini justru mengundang perhatian rekan-rekan wartawan dan semakin tertantang untuk mengetahui apa sebenarnya yang disembunyikan sang kades ini, tidak malah menjadi surut,” katanya.
 
Lanjutnya, “Pesan saya untuk rekan-rekan wartawan di kepulauan Mentawai cari video kades Joni ini secara lengkap lalu berikan pada wadah wartawan yang ada disana entah forum atau persatuan wartawan disana, agar dapat melakukan upaya hukum karena sudah berupaya menghalangi kerja wartawan. Dan yang terpenting, untuk rekan-rekan wartawan di sana jalin kebersamaan lalu arahkan semua mata pena kita pada kekuatan yang menghambat kerja jurnalistik, karena sesungguhnya pasti ada hal yang disembunyikan dan semakin bersemangatlah.” Pungkasnya [J2/red].