W WARTA

Sudah Tiga Hari Wilayah Babat Lamongan Terendam Banjir, Ketinggian Air Belum Juga Surut

LAMONGAN (MDN) - Hujan yang mengguyur wilayah Lamongan hingga mengakibatkan banjir, tidak hanya di wilayah Bengawan Jero dan Sukodadi, namun di pusat perekonomian kota di wilayah Babat juga terendam air.
 
Sejak Rabu (19/1/2022) banjir hingga kini, masih juga belum ada tanda-tanda akan surut. Bahkan diperkirakan banjir akan terus bertahan apabila intensitas hujan yang mengguyur Lamongan terus terjadi.
 
Kondisi air di Bengawan Solo cukup tinggi, juga menjadi salah satu penyebab genangan air di Babat bertahan cukup lama. Ditambah intensitas hujan yang tinggi.
 
Selain itu, buruknya saluran drainase dapat dipastikan dipenuhi dengan sampah dan kurang maksimalnya pintu air yang berada di Bedahan Babat, menjadi faktor lain penyebab banjir di Babat belum surut. Sementara Babat sendiri adalah daerah yang termasuk dataran rendah.
 
Lurah Babat, Moh Faris Hasbi mengatakan "Sebenarnya banjir di Babat ini, Rabu lalu itu sudah surut dan kami juga sudah melaporkan kepada pimpinan, tapi sekitar pukul 04.00 WIB pagi, air kiriman datang dan kembalilah terjadi banjir," kata Faris, Jumat (21/1/2022).
 
Faris mengaku, banjir di wilayah Babat setiap tahun terjadi dan penanganan banjir sendiri pun sudah terus dilakukan. Saat ini pihak kelurahan Babat bekerja sama dengan SDA telah mengoptimalkan tiga pompa untuk menyedot air dan dibuang ke Bengawan Solo.
 
"Babat itu seperti Jakarta, setiap tahun selalu kebanjiran, tapi kami sudah berkoordinasi dengan pihak SDA ke depannya kami berharap agar Rawa Sogo bisa dinormalisasi sehingga banjir bisa kami atasi," ungkapnya.
 
Akibat banjir yang melanda wilayah Babat tersebut, aktifitas masyarakat sekitar terganggu. Namun hingga kini, belum terdata berapa jumlah rumah yang terendam akibat banjir.
 
"Kalau berdasarkan pemantauan kami di lapangan, untuk akses jalan ada 10 titik terendam," ungkap Faris. [J2].