R RUANG OPINI

Pahlawan Utama Adalah Kedua Orang Tua

Oleh :  Adiibun, Indramayu 10 November 2021.

INDRAMAYU, (mediadestara.com) - Hari ini seperti yang kita ketahui ditetapkannya Hari Pahlawan pada tanggal 10 November, seperti yang tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) No. 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang ditandatangani oleh presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno.

Berbagai macam fonomena san peristiwa pada saat itu tidak lekang oleh ingatan anak bangsa dengan kobaran semangat juangnya.

Berbeda dengan saya selaku penulis, di ambil dari sudut pandang saya sebagai anak yang terlahir dari Bapak dan Ibu, hari ini saya mengulang memori yang terekam jelas ketika berbicara perjuangan orang tua sampai hari ini kita semua bisa menjalani dan menikmati kehidupan.

Hanya sedikit perbedaan ketika Bung Tomo menggelorakan Arek-arek Suroboyo dengan kalimat takbir yanh menggentarkan lawan dan memacu semangat juang bangsa ini, dengan perjuangan Ibu setelah melahirkan anaknya dan saat itu pula Bapak mengumandangkan Adzan ditelangi sebalah kanan dan Iqomah ditelinga sebalah kiri, pada saat ini getaran perjuangan Bapak dan Ibu mulai membakar semangat anaknya untuk tumbuh dan menjadi pahlawan untuk dirinya.

Sembilan bulan lamanya wanita yang saat tidurnya merasa sayang kepada kita, menjaga kita, memberikan do'a yang tulus sepenuh hati. Perjuangan seorang ibu akan semakin besar ketika tiba saatnya melahirkan. Entah melahirkan secara normal maupun secara sesar, namu  tetap saja seorang ibu akan merasakan sakit yang luar biasa. Tidak ada satu kata pun yang bisa menggambarkan bagaimana perjuangan seorang ibu ketika melahirkan buah hatinya.Ibu tidak peduli sekalipun nyawa adalah taruhannya. Ia hanya menginginkan anaknya bisa lahir dengan sehat dan sempurna tanpa kekurangan. Bukan hanya itu, ketika melahirkan secara sesar, sang ibu juga harus bersabar karena proses operasi sesar membutuhkan waktu kurang lebih satu jam.

Dalam kurun waktu 40 minggu, ibu dengan telaten menjaga bayinya dengan mengonsumsi makanan yang sehat serta membaca buku untuk tahu bagaimana caranya agar anak yang ada dikandungannya bisa sehat dan lahir dengan sempurna serta berdo'a setiap saat. Tangisan pertama sang anak adalah hadiah terbaik yang selalu ditunggu-tunggu oleh ibu.

Begitupun seseorang yang sangat uat biasa, yaitu Bapak. Perasaannya sangat absurd, ia akan menjadi pahlawan saat tahu bahwa akan ada buah hatinya. Ia akan mengorbankan apapun demi sang buah hati. Ketika berbicara naskah perfilman, naskah bapak sangatlah sulit untuk dipahami, karena ia berjuang hanya untuk si buah hati. Ia rela mengorbankan apapun demi sang buah hati.

Air mata yang keluar saat ia mengumandangkan Adzan ditelinga sebalah kiri pada tangisan pertamanya, merupakan perasaan yang tidal bisa dilukis dan ditulis oleh pena apapun, begitu ketika ia mengumandangkan Iqomah ditelinga sebelah kiri, hanya ada nama Tuhan sebagai pengharap, bahwa nanti sang buah hati harus bisa menjadi manusia seutuhnya.

Coretan hari ini menjadi refleksi bersama, bahwa akan ada banyak Pahlawan Ketiduran kedepannya, dan saya mengajak kepada para pembaca, bahwa Pahlawan Utama yang harus kita Patuhi dan Taati adalah Orang Tua kita.

Ada pantun dari keturunan negeri cincau

Penjajah karbitan anak Negeri jadi Pahlawan
Datang makan cincang pulang bawa jabatan
Sama seperti penjajah hanya menguras kekayaan
Karena Pahlawan yang Utama Ialah Orang Tua Kita Seorang

Terima Kasih
Selamat Berjuang