Rencana Pembangunan TPA Menuai Aksi Penolakan masyarakat dan pemuda Purana Bantarbolang

admin
Aksi Penolakan Masyarakat Dan Pemuda Purana 2

PEMALANG ( MDN ) – Aksi unjukrasa masyarakat dan pemuda desa Purana Kecamatan Bantarbolang Terkait Rencana Pembangunan TPA ( Tempat Pembuangan Akhir ) sampah pada Selasa ( 21/5/2024)

Dalam aksi unjukrasa dan orasi dimulai dari lokasi TPA dilanjutkan berjalan longmarch menuju kantor desa Purana dengan mengerahkan masa pengunjukrasa mulai dari pemuda, emak – emak hingga tokoh masyarakat.

Aksi Penolakan Masyarakat Dan Pemuda Purana 3

unjukrasa tersebut juga dikawal oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Harimau ( Harapan Rakyat Indonesia Maju ) langsung dipimipin oleh ketua umum DPC LSM Harimau Pemalang
Edi suprayogi.

Kemacetan luar biasa terjadi di jalan yang menghubungkan Pedagung dan Bantarbolang, sebuah pemandangan yang tidak biasa bagi warga setempat.

Ribuan orang dari Desa Pedagung dan Purana terlihat berkumpul di persimpangan jalan menuju kantor kepala desa.

Kerumunan ini ternyata adalah warga yang sedang bersiap untuk demonstrasi. Mereka menentang rencana pembangunan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di wilayah mereka.

“Kami menolak rencana pembangunan TPS. Kami memohon bahkan mengemis kepada pemdes, Dinas LH, dan Bupati untuk membatalkan rencana ini,” ujar Mukmin, warga Desa Purana di sela-sela kemacetan jalan tersebut.

Warga khawatir bahwa pembangunan TPS akan menyebabkan masalah kesehatan dan bau yang tidak sedap.

Selama aksi demonstrasi, mereka juga mengkritik sikap Kepala Desa Purana yang dianggap tidak tegas dan tidak berpihak kepada masyarakat.

Aspirasi warga dari kedua desa diterima di balai desa Purana. Beberapa perwakilan warga dan tokoh masyarakat mengadakan audensi untuk menyampaikan penolakan mereka terhadap rencana pembangunan TPA

Aksi Penolakan Masyarakat Dan Pemuda PuranaSopan, Kepala Desa Purana, menyatakan bahwa pihaknya tidak menolak pembangunan TPA tetapi hanya mengetahui saja.

“Penolakan itu bukan kapasitas kami karena hanya mengetahui saja,” kata Kepala Desa purana.

“Kami bersama masyarakat Desa Purana siap mengawal aspirasi warga sampai dikabulkan oleh pemerintah daerah,” ucap Edi melalui Jabidi, kepala Divisi non litigasi.

Jabidi menegaskan bahwa jika keinginan masyarakat tidak direspon, mereka akan mengadakan aksi demo dan audensi yang lebih besar di gedung Dewan atau Pendopo kabupaten Pemalang.

“Kami akan terus berjuang sampai aspirasi masyarakat Desa Purana dikabulkan,” tegasnya.

Aksi ini menandai ketegangan antara warga dan pemerintah daerah mengenai isu lingkungan dan pembangunan.

Warga menuntut suara mereka didengar dan keputusan yang memihak kepada kesejahteraan dan kesehatan masyarakat yang nantinya terdampak. [SIS]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *