MDN News
Jaringan Narkoba Madura-Gresik Digulung! Polisi Sita 209 Gram Sabu, Dua Bandar Dibekuk Tolong buatkan berita untuk media online MDN, dan 3 judul beritanya yang Bombastis, serta buat juga 5 Tag yang kuat agar dapat ter Index di Google News, mendatar dengan dipisahkan Koma. Buat berita versi beda dengan yang sudah ada, dengan penulisan yang benar sesuai kaidah Jurnalistik: BOJONEGORO | MDN – Isu pencopotan Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Daerah Bojonegoro, menjadi perbincangan ramai masyarakat. Mencuat dugaan pemicu pencopotan karena rugi akibat menggelar acara HUT BPR konser 3 Dekade, yang berlangsung mewah. Direktur PT BPR Bojonegoro Sutarmini diganti pada, 25/5/2025, digantikan pelaksana tugas (Plt), Moch Arief. Saat dikonfirmasi awak media ini Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setda Bojonegoro, Laila Nur Aini, menjelaskan pergantian jabatan Direktur sudah direncanakan mengingat lamanya masa kerja yang telah dijalani Sutarmini. “Masa jabatan itu sudah seharusnya ganti karena Bu Sutarmini sudah menjabat dua periode dari tahun 2017 hingga kini 2026 dan ini sudah 2 periode,” jelasnya, Kamis (28/5/2026). Menurut Laela, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) sengaja digelar lebih awal pada 25 Mei 2026 agar tidak terjadi kekosongan jabatan direksi. Dia juga menambahkan jika pergantian tersebut sama sekali tidak terkait isu kerugian ataupun polemik lain yang ramai diperbincangkan di media sosial. “Pergantian ini tidak ada hubungannya dengan isu kerugian ataupun ramai di medsos. Kasihan juga Bu Tarmini kalau dikait-kaitkan begitu. Ini murni masa jabatannya habis,” tegasnya. Sementara itu, proses seleksi Direktur Utama definitif juga mulai dipersiapkan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro disebut telah membentuk panitia seleksi untuk proses rekrutmen direksi baru. Menurut Laela, proses pengisian jabatan direksi BPR membutuhkan waktu cukup panjang karena harus melalui tahapan administrasi internal hingga persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di sisi lain, eks Dirut BPR Sutarmini belum memberikan respon terkait pencopotan jabatannya tersebut. Pihak BPR sebelumnya juga telah memberikan klarifikasi bahwa konser tersebut bukan menggunakan dana APBD dan merupakan bagian strategi promosi perusahaan. Selain itu, hingga kini belum ada laporan resmi maupun hasil audit yang menyatakan BPR Bank Daerah Bojonegoro mengalami kerugian akibat event konser tersebut. Perlu diketahui, Moch Arief sebelumnya diketahui menjabat sebagai Direktur Operasional dan Bisnis di Bank Daerah Bojonegoro. Penunjukan Plt biasanya dilakukan sambil menunggu proses penetapan Direktur Utama definitif berikutnya. Cuci Tangan, Senjata Ampuh Lawan Penyakit! Rumah Warga di Randusongo Terbakar, Babinsa Gerih Bersama Warga Sigap Lakukan Evakuasi Polres Ngawi Dorong Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Kasreman Pantau Tanaman Cabe Warga
Hukrim  

GRESIK | MDN – Satuan Reserse Narkoba Polres Gresik berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika lintas…

Tolong buatkan berita untuk media online MDN, dan 3 judul beritanya yang Bombastis, serta buat juga 5 Tag yang kuat agar dapat ter Index di Google News, mendatar dengan dipisahkan Koma. Buat berita versi beda dengan yang sudah ada, dengan penulisan yang benar sesuai kaidah Jurnalistik: BOJONEGORO | MDN – Isu pencopotan Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Daerah Bojonegoro, menjadi perbincangan ramai masyarakat. Mencuat dugaan pemicu pencopotan karena rugi akibat menggelar acara HUT BPR konser 3 Dekade, yang berlangsung mewah. Direktur PT BPR Bojonegoro Sutarmini diganti pada, 25/5/2025, digantikan pelaksana tugas (Plt), Moch Arief. Saat dikonfirmasi awak media ini Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setda Bojonegoro, Laila Nur Aini, menjelaskan pergantian jabatan Direktur sudah direncanakan mengingat lamanya masa kerja yang telah dijalani Sutarmini. “Masa jabatan itu sudah seharusnya ganti karena Bu Sutarmini sudah menjabat dua periode dari tahun 2017 hingga kini 2026 dan ini sudah 2 periode,” jelasnya, Kamis (28/5/2026). Menurut Laela, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) sengaja digelar lebih awal pada 25 Mei 2026 agar tidak terjadi kekosongan jabatan direksi. Dia juga menambahkan jika pergantian tersebut sama sekali tidak terkait isu kerugian ataupun polemik lain yang ramai diperbincangkan di media sosial. “Pergantian ini tidak ada hubungannya dengan isu kerugian ataupun ramai di medsos. Kasihan juga Bu Tarmini kalau dikait-kaitkan begitu. Ini murni masa jabatannya habis,” tegasnya. Sementara itu, proses seleksi Direktur Utama definitif juga mulai dipersiapkan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro disebut telah membentuk panitia seleksi untuk proses rekrutmen direksi baru. Menurut Laela, proses pengisian jabatan direksi BPR membutuhkan waktu cukup panjang karena harus melalui tahapan administrasi internal hingga persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di sisi lain, eks Dirut BPR Sutarmini belum memberikan respon terkait pencopotan jabatannya tersebut. Pihak BPR sebelumnya juga telah memberikan klarifikasi bahwa konser tersebut bukan menggunakan dana APBD dan merupakan bagian strategi promosi perusahaan. Selain itu, hingga kini belum ada laporan resmi maupun hasil audit yang menyatakan BPR Bank Daerah Bojonegoro mengalami kerugian akibat event konser tersebut. Perlu diketahui, Moch Arief sebelumnya diketahui menjabat sebagai Direktur Operasional dan Bisnis di Bank Daerah Bojonegoro. Penunjukan Plt biasanya dilakukan sambil menunggu proses penetapan Direktur Utama definitif berikutnya.
Tolong buatkan berita untuk media online MDN, dan 3 judul beritanya yang Bombastis, serta buat juga 5 Tag yang kuat agar dapat ter Index di Google News, mendatar dengan dipisahkan Koma. Buat berita versi beda dengan yang sudah ada, dengan penulisan yang benar sesuai kaidah Jurnalistik:  BOJONEGORO | MDN – Isu pencopotan Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Daerah Bojonegoro, menjadi perbincangan ramai masyarakat.  Mencuat dugaan pemicu pencopotan karena rugi akibat menggelar acara HUT BPR konser 3 Dekade, yang berlangsung mewah.  Direktur PT BPR Bojonegoro Sutarmini diganti pada, 25/5/2025, digantikan pelaksana tugas (Plt), Moch Arief.  Saat dikonfirmasi awak media ini Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setda Bojonegoro, Laila Nur Aini, menjelaskan pergantian jabatan Direktur sudah direncanakan mengingat lamanya masa kerja yang telah dijalani Sutarmini.  “Masa jabatan itu sudah seharusnya ganti karena Bu Sutarmini sudah menjabat dua periode dari tahun 2017 hingga kini 2026 dan ini sudah 2 periode,” jelasnya, Kamis (28/5/2026).  Menurut Laela, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) sengaja digelar lebih awal pada 25 Mei 2026 agar tidak terjadi kekosongan jabatan direksi.  Dia juga menambahkan jika pergantian tersebut sama sekali tidak terkait isu kerugian ataupun polemik lain yang ramai diperbincangkan di media sosial.  “Pergantian ini tidak ada hubungannya dengan isu kerugian ataupun ramai di medsos. Kasihan juga Bu Tarmini kalau dikait-kaitkan begitu. Ini murni masa jabatannya habis,” tegasnya.  Sementara itu, proses seleksi Direktur Utama definitif juga mulai dipersiapkan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro disebut telah membentuk panitia seleksi untuk proses rekrutmen direksi baru.  Menurut Laela, proses pengisian jabatan direksi BPR membutuhkan waktu cukup panjang karena harus melalui tahapan administrasi internal hingga persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).  Di sisi lain, eks Dirut BPR Sutarmini belum memberikan respon terkait pencopotan jabatannya tersebut.  Pihak BPR sebelumnya juga telah memberikan klarifikasi bahwa konser tersebut bukan menggunakan dana APBD dan merupakan bagian strategi promosi perusahaan.  Selain itu, hingga kini belum ada laporan resmi maupun hasil audit yang menyatakan BPR Bank Daerah Bojonegoro mengalami kerugian akibat event konser tersebut.  Perlu diketahui, Moch Arief sebelumnya diketahui menjabat sebagai Direktur Operasional dan Bisnis di Bank Daerah Bojonegoro. Penunjukan Plt biasanya dilakukan sambil menunggu proses penetapan Direktur Utama definitif berikutnya.
Daerah  

Tolong buatkan berita untuk media online MDN, dan 3 judul beritanya yang Bombastis, serta buat juga 5 Tag yang kuat agar dapat ter Index di Google News, mendatar dengan dipisahkan Koma. Buat berita versi beda dengan yang sudah ada, dengan penulisan yang benar sesuai kaidah Jurnalistik: BOJONEGORO | MDN – Isu pencopotan Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Daerah Bojonegoro, menjadi perbincangan ramai masyarakat. Mencuat dugaan pemicu pencopotan karena rugi akibat menggelar acara HUT BPR konser 3 Dekade, yang berlangsung mewah. Direktur PT BPR Bojonegoro Sutarmini diganti pada, 25/5/2025, digantikan pelaksana tugas (Plt), Moch Arief. Saat dikonfirmasi awak media ini Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setda Bojonegoro, Laila Nur Aini, menjelaskan pergantian jabatan Direktur sudah direncanakan mengingat lamanya masa kerja yang telah dijalani Sutarmini. “Masa jabatan itu sudah seharusnya ganti karena Bu Sutarmini sudah menjabat dua periode dari tahun 2017 hingga kini 2026 dan ini sudah 2 periode,” jelasnya, Kamis (28/5/2026). Menurut Laela, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) sengaja digelar lebih awal pada 25 Mei 2026 agar tidak terjadi kekosongan jabatan direksi. Dia juga menambahkan jika pergantian tersebut sama sekali tidak terkait isu kerugian ataupun polemik lain yang ramai diperbincangkan di media sosial. “Pergantian ini tidak ada hubungannya dengan isu kerugian ataupun ramai di medsos. Kasihan juga Bu Tarmini kalau dikait-kaitkan begitu. Ini murni masa jabatannya habis,” tegasnya. Sementara itu, proses seleksi Direktur Utama definitif juga mulai dipersiapkan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro disebut telah membentuk panitia seleksi untuk proses rekrutmen direksi baru. Menurut Laela, proses pengisian jabatan direksi BPR membutuhkan waktu cukup panjang karena harus melalui tahapan administrasi internal hingga persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di sisi lain, eks Dirut BPR Sutarmini belum memberikan respon terkait pencopotan jabatannya tersebut. Pihak BPR sebelumnya juga telah memberikan klarifikasi bahwa konser tersebut bukan menggunakan dana APBD dan merupakan bagian strategi promosi perusahaan. Selain itu, hingga kini belum ada laporan resmi maupun hasil audit yang menyatakan BPR Bank Daerah Bojonegoro mengalami kerugian akibat event konser tersebut. Perlu diketahui, Moch Arief sebelumnya diketahui menjabat sebagai Direktur Operasional dan Bisnis di Bank Daerah Bojonegoro. Penunjukan Plt biasanya dilakukan sambil menunggu proses penetapan Direktur Utama definitif berikutnya.

BOJONEGORO | MDN – Pergantian jabatan Direktur PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Daerah Bojonegoro…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.