Pekan Air Susu Ibu (ASI) Sedunia 2024 di Lamongan: Kampanye ASI Eksklusif untuk Zero Stunting

admin
Pekan Air Susu Ibu Asi Sedunia 2024

LAMONGAN | MDN – Pekan Air Susu Ibu (ASI) Sedunia 2024 diperingati dengan mengkampanyekan gerakan ASI eksklusif di Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini menggandeng Tim Partnership To Accelerate Stunting Reduction In Indonesia (PASTI) sebagai upaya untuk mencapai zero stunting di wilayah tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, Mohammad Nalikan, menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam mendorong masyarakat, terutama orang tua, ibu hamil, dan ibu menyusui, untuk merealisasikan pemberian ASI eksklusif. “Generasi bangsa adalah investasi masa depan. Sumber daya manusia berkualitas akan melanjutkan pembangunan di Lamongan dan tentu mengatasi keterbatasan sumber daya alam,” ujar Nalikan saat membuka peringatan di Aula Gadjah Mada Pemkab.

Nalikan menjelaskan bahwa pemberian ASI eksklusif dapat membantu mengurangi angka stunting di Kabupaten Lamongan. Di hadapan 315 peserta dari Kecamatan Sukodadi dan Kecamatan Deket, ia menekankan bahwa ASI eksklusif tidak dapat dibantah dengan alasan apapun. “Saat ini seluruh fasilitas umum sudah menyediakan tempat khusus untuk ibu menyusui yang aman dan nyaman. Pemerintah juga sudah mendukung dengan menyediakan fasilitas, edukasi, dan lainnya,” tambahnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya ASI eksklusif guna mencegah stunting dan mewujudkan zero stunting di Lamongan. PASTI, yang merupakan program kemitraan bersama BKKBN, telah resmi bergabung dengan Kabupaten Lamongan sejak tahun 2024 untuk mengakselerasi penurunan stunting di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, juga dilaksanakan talkshow tentang pentingnya ASI bagi kesehatan anak. Kepala Dinas PPKB Lamongan, Aini Mas’idha, memaparkan bahwa ASI dapat membantu mencegah dan menurunkan risiko stunting. “Angka stunting di Lamongan turun signifikan, dari 27,5 di tahun 2022 menjadi 9,4 di tahun 2023. Capaian tersebut harus dipertahankan dan ditingkatkan, salah satunya melalui kegiatan semacam ini yang merupakan edukasi untuk pemahaman dan pencegahan stunting,” terang Aini. [J2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *