Sidoarjo Pecahkan Rekor MURI dengan Sajian Lontong Cecek Terbanyak

admin
Sidoarjo Pecahkan Rekor Muri Dengan 1.500 Porsi Lontong Cecek Gratis

SIDOARJO ǀ MDN – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan menyajikan lontong cecek terbanyak. Melalui acara Jayandaru Parade Selera Rasa Nusantara, sebanyak 1.500 lontong cecek dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Plt Bupati Sidoarjo, Subandi, yang hadir bersama istrinya sekaligus Plt. Ketua TP. PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi, mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan yang diterima. Ia merasa bangga karena lontong cecek kini menjadi salah satu makanan khas yang meraih prestasi.

“Alhamdulillah, Sidoarjo mendapatkan penghargaan untuk lontong cecek, yang merupakan makanan khas daerah asli Sidoarjo,” ucapnya usai acara Jayandaru Parade Selera Rasa Nusantara di Monumen Jayandaru Sidoarjo pada Minggu (22/9).

Ia berharap pencapaian rekor MURI ini akan menjadikan lontong cecek sebagai makanan khas warga Sidoarjo yang dikenal oleh masyarakat Sidoarjo maupun luar Sidoarjo. Selain itu, pencapaian ini juga diharapkan dapat memperkuat identitas kuliner daerah sebagai warisan kuliner asli.

“Mudah-mudahan dengan adanya MURI, lontong cecek khas Sidoarjo ini masyarakat dapat menyukai rasanya dan bangga bahwa Sidoarjo memiliki makanan khas lontong cecek,” harapnya.

Sementara itu, Kabid Pariwisata, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo, Vira Murti Krida Laksmi, menjelaskan bahwa rekor yang diperoleh Sidoarjo merupakan bagian dari upaya untuk mengangkat keberadaan lontong cecek sebagai kuliner khas daerah.

“Rekor MURI lontong cecek ini dicapai dengan melibatkan 100 koki dari Sasa yang memasak lontong cecek di Jayandaru sejak pagi dan langsung membagikannya kepada masyarakat yang datang,” jelasnya.

Vira juga menambahkan bahwa Pemkab Sidoarjo memilih lontong cecek sebagai makanan yang diajukan untuk rekor MURI karena sebelumnya lontong kupang telah mendapatkan penghargaan serupa.

“Kami memutuskan untuk memilih lontong cecek sebagai makanan khas Sidoarjo,” jelasnya.

Disporapar Kabupaten Sidoarjo terus berupaya untuk menyelenggarakan berbagai acara yang tidak hanya menghibur masyarakat tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Dengan adanya event-event ini, diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan pendapatan bagi pelaku usaha lokal. Kami juga berkomitmen untuk terus berinovasi dan menghadirkan acara-acara yang berkualitas tinggi, sehingga Sidoarjo dapat dikenal sebagai destinasi wisata yang menarik dan dinamis. [SWD]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *