Warta  

Upaya Putus Rantai Peredaran Narkoba, Kapolsek Sambeng Sosialisasikan Penyalahgunaan Narkoba di Desa Ardirejo

admin
Upaya Putus Rantai Peredaran Narkoba, Kapolsek Sambeng Sosialisasikan Penyalahgunaan Narkoba Di Desa Ardirejo

LAMONGAN | MDN – Kapolsek Sambeng melaksanakan sosialisasi penyuluhan, pencegahan, dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba, psikotropika, dan obat-obatan terlarang di Balai Desa Ardirejo, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Senin (23/09/2024), pukul 09.00 WIB hingga selesai. Acara ini dihadiri oleh Forkopimcam Sambeng dan jajarannya, Kades Ardirejo beserta staf, Pendamping Desa, Bidan Desa Ardirejo, Ketua BPD, Ketua LPM, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, masyarakat Desa Ardirejo, serta Karang Taruna Desa Ardirejo.

Upaya Putus Rantai Peredaran Narkoba, Kapolsek Sambeng Sosialisasikan Penyalahgunaan Narkoba Di Desa Ardirejo 2Kapolsek Sambeng, IPTU Miftachul Choir, S.H., menyampaikan bahwa penyalahgunaan narkotika adalah penggunaan narkotika tanpa hak atau melawan hukum. Ketika seseorang melakukan penyalahgunaan narkotika secara terus-menerus, maka orang tersebut akan berada pada keadaan ketergantungan, baik secara fisik maupun psikis.

“Salah satu penyebab utama maraknya penyalahgunaan narkotika adalah kondisi sosial dan ekonomi yang sulit. Individu yang tinggal dalam lingkungan yang dilanda kemiskinan, pengangguran, dan kurangnya akses terhadap pendidikan sering kali mencari pelarian dari realitas mereka melalui penggunaan narkotika,” ucap IPTU Miftachul Choir di hadapan para undangan yang hadir.

IPTU Miftachul Choir juga menjelaskan banyak dampak buruk terhadap penggunaan narkoba bagi kesehatan fisik generasi muda. Banyak jenis obat terlarang yang memiliki efek merusak pada organ tubuh, seperti hati, paru-paru, dan otak. Misalnya, penyalahgunaan narkoba seperti kokain bisa meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan kejang.

Selain itu, IPTU Miftachul Choir juga memberikan beberapa cara menghindari narkoba, antara lain menolak ajakan teman, mengelola stres dengan baik, menghindari minum alkohol, meminta bantuan pakar, mengkaji setiap faktor risiko, meningkatkan percaya diri, meditasi dan relaksasi, serta journaling.

Kegiatan tersebut berjalan sesuai dengan yang diharapkan, dari awal hingga akhir. [AT]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *