Warta  

Kemana Anggaran Dana, Penerima Manfaat Harus Gali Tangki Septik Sendiri

admin
Img 20241104 Wa0062 Copy 320x240

LAMONGAN | MDN – Penerima manfaat program sanitasi yang bersumber dari anggaran Dana Alokasi Khusus tahun 2024 dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Ngawi mengaku dibebankan penggalian tangki septik.

Img 20241104 Wa0063 Copy 320x240Purwati selaku warga RT 03 RW 07 Dusun Bulung, Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi, sebagai salah satu penerima manfaat kegiatan tersebut mengaku terpaksa harus anaknya untuk menggali tangki septik tanpa ada imbalan upah. Padahal dalam anggaran dana pengerjaan proyek tersedia.

Pengakuan Purwati tersebut menepis pernyataan Ketua Kelompok Swakelola Masyarakat (KSM) Desa Kartoharjo, Yanti yang sebelumnya mengaku mengeluarkan biaya untuk penggalian tangki septik.

“Yang bayari siapa, gak ada ya anakku sendiri kerja gantian sama temannya. Usa disini baru gali di rumah temennya yang sama-sama dapat program itu. Mana ada upahnya kalau gak digali sendiri, gak bakal dikerjakan,” jelas Purwati kepada awak media ini.

Kendati begitu, Purwati juga mengaku sering keluar uang untuk berikan makanan dan minuman, serta rokok kepada para tukang agar pengerjaan kamar mandi ditempatnya lekas selesai.

Hanya saja, hasil pengerjaan para tukang kurang beres lantaran air juga merembes dari lantai kamar mandi. Kendati begitu, Purwati mengaku gembira dan bersyukur berkat bantuan tersebut telah memiliki kamar mandi sendiri, tidak lagi menumpang mandi maupun berak di tempat tetangga.

Sementara itu, Yatno anggota KSM Desa Kartoharjo saat dikonfirmasi lewat saluran telponnya membenarkan dirinya telah memperbaiki 3 titik sanitasi yang rusak akibat bangunan yang terkesan asal jadi.

“Masalah bantuan itu memang dibantu sama penerima, ” ungkapnya.

Sayangnya, ketika ditanya terkait apakah anggaran dana yang tersedia dalam proyek pengerjaan tersebut tidak bisa mengcover sehingga harus meminta warga untuk menggali septik sendiri, Yatno memilih bungkam dan tidak memberi keterangan apapun.

Sebagai informasi besaran anggaran per titik sebesar 9,350 juta rupiah dan warga harus keluar uang sendiri untuk biaya menggali tangki septik. [ZN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *