NGAWI | MDN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai upaya menstabilkan harga komoditi, terutama barang kebutuhan pokok.
Program Gerakan Pangan Murah dilaksanakan dalam upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan untuk memastikan ketersediaan barang. Selain untuk keterjangkauan harga pangan dalam upaya pengendalian inflasi daerah.
Kabid Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi, Dwi Rahayu Puspitaningrum menyatakan selain untuk menjaga stabilisasi harga komoditas barang kebutuhan pokok, Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu cara yang efektif untuk menekan laju inflasi.
“Gerakan Pasar Murah sebagai upaya untuk memberikan belanja kebutuhan pokok dengan harga murah dibawah harga pasar kepada masyarakat,” tegas Dwi Rahayu Puspitaningrum.
Dengan adanya Program Gerakan Pangan Murah itu diharapkan masyarakat dapat berbelanja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih murah, sehingga terjadi perputaran ekonomi yang dapat meningkatkan roda perekonomian daerah.
Sejumlah komoditi yang dijual dalam Gerakan Pangan Murah diantaranya telur sebanyak 300 kilogram, beras kualitas premium sebanyak 1 ton, 1.000 liter minyak goreng, 300 kilogram gula, 100 kilogram bawang merah, 100 kilogram bawang putih dan 50 kilogram cabe.
“Kendati ada pembatasan pembelian, minat masyarakat untuk membeli cukup besar. Dalam hitungan waktu satu jam sejak dibuka, sejumlah komoditi sudah ludes terjual,” ungkapnya.
Rencananya, Gerakan Pangan Murah sebagai upaya stabilkan sejumlah harga komoditi akan terus dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan daya beli masyarakat dalam pemenuhan barang kebutuhan pokok. [Don]













