MAKASSAR | MDN – Ketua Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sulawesi Selatan, Rachmat Sasmito menyambut baik program swasembada pangan yang diusung pemerintahan Prabowo Subianto. Jum’at (15/11/2024).
Menurut Rachmat, Presiden Prabowo menyoroti dua program utama. Yakni pengembangan lumbung pangan Merauke, yang dianggapnya sebagai strategi jangka panjang yang sangat krusial untuk ketahanan pangan nasional, dan program makan siang gratis untuk sekolah secara nasional.
Rachmat berharap, pemerintah tetap memprioritaskan bahan pangan lokal.
“Saya berharap agar program makan siang gratis di tiap sekolah yang dicanangkan pemerintah dapat memprioritaskan bahan pangan lokal terutama di Sulsel. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan Sulawesi Selatan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran Sulawesi Selatan dalam mencapai target nasional produksi pangan 2 juta ton per tahun. Kata Rachmat, ini akan memperkuat posisi Sulsel sebagai kontributor utama ketahanan pangan Indonesia.
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto menetapkan ketahanan pangan dan swasembada pangan sebagai prioritas utama nasional. Ia menekankan perlunya Indonesia mencapai kemandirian pangan secara mendesak, dan memastikan kebutuhan pangan bangsa dipenuhi di dalam negeri.
“Kita harus mencapai swasembada pangan secepat mungkin,” ujar Prabowo dalam pidatonya di Gedung MPR, Senayan, Jakarta.
Dengan dukungan para ahli, Prabowo menargetkan pencapaian ini dalam waktu empat hingga lima tahun. Ia juga memproyeksi Indonesia menjadi pemasok pangan global.
Presiden juga menyoroti bahaya ketergantungan pada impor pangan, terutama selama krisis global.
“Kita tidak boleh bergantung pada sumber pangan dari luar negeri. Dalam situasi kritis, tidak ada yang akan mengizinkan kita membeli barang-barang mereka,” katanya.
Prabowo melihat potensi besar Indonesia dalam memajukan sektor pertanian dan mengurangi ketergantungan pada pangan impor. Ia juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi nasional untuk memberantas kemiskinan dan kelaparan. [D”Kawang]













