Pertarungan Visi Misi Dalam Debat Publik Ke 2 Pilwali Kota Kediri Tahun 2024

admin
Img 20241121 Wa0086

KEDIRI | MDN  — Debat publik pamungkas antara dua pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri Pilkada 2024 berlangsung meriah di Insumo Kediri Convention Center (IKCC), Jl. Urip Sumoharjo, Kota Kediri, pada Rabu 20 November 2024.

Debat dengan tema “Pembangunan Manusia Berbasis Kearifan Budaya Lokal, Pemberdayaan Ekonomi Kreatif, dan Pemerintahan Daerah yang Bersih Menuju Indonesia Emas 2045” menjadi ajang pamungkas bagi pasangan calon (paslon) untuk menyampaikan visi, misi, serta program kerja mereka. Kedua paslon memanfaatkan kesempatan ini untuk memaparkan strategi memajukan Kota Kediri, terutama dalam upaya mensejahterakan masyarakat.

Ketua KPU Kota Kediri, Reza Cristian, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya debat publik kedua ini sebagai salah satu tahapan menjelang pemungutan suara Pilkada serentak yang akan digelar pada 27 November 2024. “Tentunya debat publik kedua ini adalah momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh 200.000 lebih masyarakat Kota Kediri,” ujarnya. Reza Cristian menambahkan bahwa debat ini adalah momen krusial menjelang pemungutan suara yang akan dilaksanakan pada Rabu, 27 November 2024.

Diharapkannya, bahwa Debat Publik ini dapat membuka wawasan masyarakat Kota Kediri agar lebih mengenal profil serta program visi misi dari masing-masing pasangan calon.

“Semoga tema debat malam ini dapat membuka wawasan bagi kita, terutama masyarakat Kota Kediri yang punya hak pilih, untuk bisa lebih dalam mengetahui profil dari masing-masing pasangan calon, maupun gagasan dalam bentuk Visi-Misi program dari masing-masing pasangan calon,” imbuhnya.

KPU Kota Kediri menyelenggarakan debat kedua ini sebagai bagian dari kampanye metode debat publik guna meyakinkan masyarakat Kota Kediri yang memiliki hak pilih untuk memilih calon pemimpin kota.

“Sehingga pada malam hari ini kita dapat hadir dalam forum yang penuh berkah ini, dan dapat melaksanakan debat publik kedua pasangan calon walikota Kediri,” terangnya.
Paslon nomor urut 01, Vinanda Prameswati dan KH Qowimuddin Toha (Gus Qowim), mengusung visi membangun Kota Kediri yang MAPAN (Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni). Sementara itu, paslon nomor urut 02, Ferry Silviana Feronica dan Regina Nadya Suwono, fokus pada melanjutkan program-program unggulan seperti lanjutan Prodamas, program satu keluarga satu sarjana, serta inisiatif satu RT satu wirausaha baru.

Sementara itu, Calon Wakil Wali Kota Kediri nomor urut 1, KH. Qowimuddin menegaskan penolakan terhadap KKN dan menggarisbawahi pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam pemerintahan.

Menyikapi hal tersebut, Calon Wali Kota Kediri nomor urut 2, Ferry Silviana Feronica, mengklaim tingginya capaian angka bebas korupsi di Kota Kediri dan Indeks Pelayanan Kepuasan Publik yang tinggi.

Ketua KPU Kota Kediri juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan, terlepas dari perbedaan pilihan politik. Reza menegaskan bahwa siapa pun yang terpilih nantinya adalah yang terbaik dan mengajak warga untuk kembali bersatu setelah pemilu demi masa depan Kota Kediri yang damai dan sejahtera.

“Siapa yang terpilih, dialah yang terbaik. Setelah ini, kita kembali menjadi saudara sesama warga Kota Kediri. Tapi harus bijak dalam memilih,” pesannya.

Reza juga mengingatkan bahwa perbedaan dalam pilihan politik tidak boleh memutuskan tali silaturahmi antar warga.

Sebagai penutup, Reza mengimbau seluruh masyarakat Kota Kediri untuk menggunakan hak pilihnya pada 27 November 2024. Ia menekankan bahwa partisipasi dalam pemilu adalah wujud tanggung jawab untuk memastikan suara masyarakat tersalurkan demi masa depan Kota Kediri.

“Jangan golput. Dengan berpartisipasi langsung di TPS, kita semua turut menentukan arah pembangunan Kota Kediri ke depan,” pungkas Reza.

Dengan debat yang telah selesai, masyarakat Kota Kediri kini diharapkan dapat menentukan pilihan dengan bijaksana berdasarkan penilaian terhadap visi dan misi kedua paslon. Peran aktif warga akan menjadi kunci bagi keberhasilan proses demokrasi ini. [Red/Yud]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *