Daerah  

Tuban Dorong Transformasi Koperasi Desa, Perkuat Ekonomi Berbasis Kelembagaan Rakyat

admin
Tuban mantapkan dukungan untuk koperasi desa merah putih, dorong ekonomi lokal 4

Tuban mantapkan dukungan untuk koperasi desa merah putih, dorong ekonomi lokal 5TUBAN | MDN – Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang lebih inklusif dan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Tuban terus memperkuat strategi transformasi koperasi desa. Salah satu langkah utama adalah mengoptimalkan peran Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) agar menjadi bagian dari ekosistem Koperasi Desa Merah Putih, sebuah program nasional yang digagas Presiden H. Prabowo Subianto.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban, Agus Wijaya, menekankan bahwa transformasi ini menjadi peluang besar dalam membangun ekonomi desa yang lebih mandiri dan terorganisir.

“LMDH memiliki potensi besar karena bersentuhan langsung dengan warga. Dengan bertransformasi menjadi Koperasi Merah Putih, sistem ekonomi di desa akan semakin kuat dan terstruktur,” ujar Agus.

Saat ini, Kabupaten Tuban memiliki 121 koperasi LMDH, dengan 58 unit aktif dan 63 unit tidak aktif. Salah satu yang didorong untuk bergabung dalam ekosistem Koperasi Desa Merah Putih adalah KLMDH Rengel Jaya, yang mendapat perhatian khusus dalam kunjungan Sekretaris Kementerian Koperasi RI, Ahmad Zabadi, ke Desa Rengel pada Jumat (18/4).

Transformasi koperasi desa ini juga sejalan dengan arahan Presiden dalam memperkuat ketahanan pangan, energi, dan air. Agus Wijaya menegaskan bahwa proses ini harus didukung oleh peningkatan kapasitas kelembagaan, transparansi, dan profesionalisme dalam pengelolaan koperasi.

“LMDH, GAPOKTAN, dan lembaga ekonomi desa lainnya harus dikelola dengan pendekatan modern, berbasis digital, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Senada dengan Agus, Kepala Bidang Koperasi Diskopumdag Tuban, Abdul Afif, menambahkan bahwa pembinaan koperasi desa akan mencakup pelatihan manajemen, pendampingan kelembagaan, serta digitalisasi usaha koperasi agar lebih kompetitif dan berkelanjutan.

“Koperasi harus menjadi lebih dari sekadar entitas ekonomi. Ia harus menjadi wadah pemberdayaan masyarakat yang mendorong kemandirian dan kesejahteraan,” jelas Afif.

Hingga Triwulan I 2025, Tuban mencatat perkembangan positif dengan 1.377 koperasi, di mana 679 unit aktif dan 698 lainnya tidak aktif. Koperasi Wanita (KOPWAN) menjadi yang terbanyak dengan 335 unit, diikuti Koperasi Syariah (KSPS) sebanyak 175 unit. Konsentrasi koperasi tertinggi berada di Tuban Kota, Semanding, dan Jenu.

Untuk memperkuat program Koperasi Desa Merah Putih, Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, mengingatkan pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran desa.

“Dana desa harus dikelola dengan akuntabilitas tinggi, termasuk alokasi minimal 20 persen untuk ketahanan pangan. Program koperasi desa ini harus berjalan sesuai aturan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Wabup Joko.

Dengan dukungan kuat dari pemerintah pusat dan daerah, serta kesiapan kelembagaan koperasi seperti KLMDH Rengel Jaya, Kabupaten Tuban optimistis bisa menjadi salah satu pelopor suksesnya program Koperasi Desa Merah Putih di tingkat nasional. [J2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *