LAMONGAN | MDN – Perjuangan panjang penuh ketekunan akhirnya membuahkan hasil bagi Lasinah (80), warga Desa Bogoharjo, Kecamatan Pucuk, Lamongan. Berbekal semangat dan kerja kerasnya selama puluhan tahun, ia akhirnya bisa mewujudkan impian menunaikan ibadah haji tahun ini.
Setiap hari, tanpa mengenakan alas kaki, Nenek Lasinah berjalan menyusuri desa-desa di Kecamatan Pucuk dan Sekaran untuk berjualan jajanan tradisional. Dengan modal kesabaran dan keikhlasan, ia menjajakan onde-onde, nagasari, serta bumbu dapur kepada warga. Suaranya yang khas saat menawarkan dagangan membuatnya dikenal oleh banyak orang.
“Kalau saya tidak bekerja, malah jenuh dan sakit-sakitan. Biar tetap sehat, saya lebih nyaman berjalan tanpa alas kaki,” ujarnya dalam bahasa Jawa, Senin (12/5/2025).
Menabung selama hampir 40 tahun, ia tidak menyimpan uangnya di bank, melainkan meminjamkan hasil jerih payahnya kepada tetangga yang membutuhkan. Saat tiba waktunya berangkat haji, barulah ia menarik kembali uang tersebut untuk membiayai perjalanannya ke Tanah Suci.
Impian ini sebenarnya telah direncanakan sejak 2012, ketika ia dan sang suami mendaftar haji bersama. Namun, takdir berkata lain—sang suami lebih dulu wafat sebelum mereka sempat berangkat.
“Sudah lama saya ingin ke Tanah Suci. Semua hasil kerja keras saya ini memang diniatkan untuk berhaji,” katanya dengan penuh haru.
Kabar keberangkatan Nenek Lasinah mengejutkan sekaligus membanggakan para tetangganya. Lutfatus Soidah, salah satu warga sekitar, mengaku terkesan dengan perjuangan panjang sang nenek.
“Saya sudah lama mengenal Mbah Lasinah. Saat tahu beliau akan berhaji, saya sangat bangga dan terharu,” ucapnya.
Selain dikenal sebagai sosok pekerja keras, Lasinah juga aktif mengikuti pengajian dan rutin bersedekah, terutama setiap Jumat Wage. Abu Naim, tetangga lainnya, menyebut semangatnya sebagai inspirasi bagi banyak orang.
“Beliau tidak menggantungkan hidupnya pada anak-anaknya. Ini contoh luar biasa dari kerja keras dan keteguhan hati,” ujar Naim.
Dengan persiapan yang telah matang, Nenek Lasinah dijadwalkan berangkat pada 19 Mei bersama rombongan jemaah calon haji asal Lamongan. Keberangkatannya menjadi bukti bahwa mimpi besar dapat terwujud dengan kesabaran, ketekunan, dan keikhlasan. [CAS]













