Daerah  

BPBD Tuban Tanggap Darurat Banjir, Prioritaskan Pemulihan Lahan Pertanian

admin
Gerak cepat bpbd tuban atasi banjir yang merendam lahan warga 2

Gerak cepat bpbd tuban atasi banjir yang merendam lahan warga 3TUBAN | MDN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban bergerak cepat menangani banjir yang merendam lahan pertanian di wilayah selatan kabupaten akibat luapan Sungai Bengawan Solo. Empat kecamatan terdampak, yakni Soko, Rengel, Plumpang, dan Widang, menjadi fokus utama penanganan guna meminimalkan kerugian petani.

Kepala Pelaksana BPBD Tuban, Sudarmaji, bersama jajaran Forkopimka dan Camat Rengel, meninjau langsung kondisi lahan terdampak di Desa Ngadirejo dan Tambakrejo pada Senin (19/05). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan langkah-langkah strategis yang bisa segera diterapkan.

Menurut Sudarmaji, sesuai dengan arahan Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, penanganan banjir kali ini difokuskan pada lahan pertanian yang sudah memasuki masa tanam padi dan hortikultura. “Jika tidak ditangani segera, banjir akan menghambat jadwal tanam petani dan berdampak pada ketahanan pangan di daerah,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, BPBD Tuban mengerahkan berbagai upaya strategis untuk mempercepat pemulihan, di antaranya:

  • Pembersihan aliran sungai (avour) yang terhubung ke Bengawan Solo guna memperlancar aliran air.
  • Pengerahan pompa air untuk menyedot genangan yang masih merendam lahan pertanian agar bisa segera digunakan petani.
  • Pendataan wilayah terdampak secara berkala untuk memastikan langkah penanganan tepat sasaran.

BPBD Tuban juga menjalin koordinasi erat dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan BPBD Provinsi Jawa Timur guna memastikan respons yang lebih efektif dan berkelanjutan. “Sinergi lintas sektor sangat penting agar upaya penanganan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang,” tambah Sudarmaji.

Diharapkan dengan respons cepat dan kerja sama lintas instansi, lahan pertanian yang terdampak segera kembali produktif, sehingga petani dapat melanjutkan masa tanam tanpa kendala besar. Hasil pemantauan lapangan ini pun akan menjadi bahan pembahasan dalam rapat koordinasi penanganan banjir yang dipimpin langsung oleh Bupati Tuban di Kantor Kecamatan Plumpang. [J2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *