Angkat Berat Dominasi Medali, Kadis Budporapar Tuban Apresiasi Semangat Juang Atlet Porprov

admin
Whatsapp image 2025 07 04 at 21.19.40

MALANG – MDN | Kontingen Kabupaten Tuban kembali mencatatkan prestasi gemilang dalam lanjutan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX tahun 2025. Cabang olahraga angkat berat menjadi penyumbang medali terbanyak bagi Bumi Ronggolawe, dengan torehan total 18 medali: 7 emas, 8 perak, dan 3 perunggu.

Kejuaraan yang berlangsung di Sasana Krida, Kota Malang, menjadi panggung pembuktian bagi lifter-lifter muda Tuban. Dimas Bagus dan Giananto masing-masing menyabet dua medali emas dari kelas 53 kg dan 66 kg putra. Sementara itu, Yusita Ika Putri dan Alivia Monica turut memperkuat dominasi atlet putri dengan perolehan emas di kelas 52 kg dan 57 kg.

Tidak hanya medali emas, Tuban juga mengamankan medali perak melalui penampilan konsisten atlet seperti Aura Rahma Fauziah, Filsa Andira Regita, Ricky Adi S., dan Agung Prastyo. Tambahan tiga medali perunggu turut melengkapi performa cabor angkat berat.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Tuban, Mohammad Emawan Putra, menyampaikan apresiasi mendalam atas pencapaian para atlet. Menurutnya, hasil ini merupakan bukti nyata kerja keras, disiplin, dan semangat juang yang ditanamkan dalam proses pembinaan.

“Prestasi ini adalah buah dari dedikasi para atlet dan pelatih yang menjalankan pembinaan dengan konsisten. Kita patut berbangga dan terus mendukung mereka,” ujar Emawan, Jumat (4/7) malam.

Selain angkat berat, medali emas juga diraih dari cabang atletik nomor dasalomba serta cabang sambo. Cabor tinju menyumbang satu perak, sedangkan sambo menambah empat medali perunggu.

Menurut data klasemen per Jumat, 4 Juli 2025 pukul 20.00 WIB, Tuban mengoleksi 130 poin dari total 12 medali emas, 21 perak, dan 40 perunggu. Capaian ini memperkuat posisi Tuban di perolehan medali sementara dan membuka peluang naik ke peringkat lebih tinggi.

Emawan menambahkan bahwa Porprov bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan pemupuk rasa bangga terhadap daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *