Daerah  

Surabaya Luncurkan Inovboyo 2025: Arah Baru untuk Ekosistem Kreatif Berkelanjutan

admin
Surabaya luncurkan inovboyo 2025
Gelar pameran inovasi di Balai Pemuda Surabaya. Foto: dok.pemkotsurabaya

SURABAYA – MDN | Pemerintah Kota Surabaya resmi meluncurkan program inovatif bertajuk Inovboyo 2025, sebagai tonggak baru pembangunan berbasis kreativitas dan teknologi lokal. Program yang diresmikan pada 17 Juni 2025 ini mengusung visi menjadikan Surabaya sebagai “Living Innovation Ecosystem”, di mana setiap sudut kota bergerak dalam semangat inovasi berkelanjutan.

Kepala Bappedalitbang Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menjelaskan bahwa Inovboyo 2025 dirancang sebagai wadah pengembangan ide-ide kreatif, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal dan mendorong partisipasi generasi muda.

Salah satu fokus program adalah pengembangan Rumah Kreatif di Balai Pemuda, yang telah menjadi laboratorium seni gratis setiap akhir pekan. Di sini, warga dapat mengakses pelatihan seni modern dan tradisional seperti tari remo, karawitan, seni lukis, hingga kelas MC berbahasa Jawa.

Tak berhenti di situ, Pemkot Surabaya juga menginisiasi 24 Kampung Kreatif dan 44 Kampung Tematik sebagai pusat pemberdayaan ekonomi lokal. Kampung-kampung ini terbagi dalam tiga kategori:

  • Kampung Unggulan (21 lokasi), menonjolkan sektor ekonomi, budaya, pendidikan, hingga lingkungan.
  • Kampung Wisata (17 lokasi), seperti Wethan Wonderland yang menggabungkan budaya lokal dan global.
  • Kampung Ekologi (6 lokasi), seperti Kampung Tenggilis Mejoyo yang kreatif mendaur ulang tutup botol plastik.

Surabaya juga bersiap menjadi episentrum seni kontemporer nasional lewat ajang ARTSUBS 2025. Pameran yang digelar 2 Agustus–7 September mendatang itu akan memamerkan karya lebih dari 120 seniman lintas medium, dengan tema “Material Ways”. Event ini dirancang sebagai platform branding kota sekaligus ruang eksplorasi seniman muda.

Pemberdayaan ekonomi digital menjadi pilar lain dalam Inovboyo. Aplikasi E-Peken kini memperluas jangkauan UMKM, yang berkembang pesat dari kurang dari seribu pelaku pada 2019 menjadi 60.007 pada 2024.

Irvan memaparkan bahwa Surabaya juga tengah merancang Simpul Kreatif di 31 kecamatan, guna mendorong pertumbuhan industri kreatif berbasis komunitas. Fasilitas seperti co-working space dan creative hub turut disiapkan sebagai manifestasi aspirasi pemuda yang dihimpun melalui forum Cangkrukan Arek Suroboyo.

Beberapa inovasi mencolok di tingkat kecamatan mencakup:

  • Gerakan Gercep di Genteng untuk pencegahan pernikahan dini.
  • Podolilo di Sukolilo untuk pemberdayaan pemuda.
  • Kampung Lawas eks lokalisasi di Benowo yang diubah menjadi destinasi budaya.
  • Kampung Batik Tin dan Kampung Batik Viaduct sebagai industri batik berbasis komunitas.
  • Kampung Wisata Heritage Peneleh dan Kampung Wisata Ketandan di Genteng sebagai titik konservasi warisan budaya.

Melalui pendekatan partisipatif dan integratif, Surabaya optimis menempatkan diri sebagai Superhub Megapolitan yang tangguh secara budaya, ekonomi, dan teknologi. Inovasi lintas sektor dalam Inovboyo 2025 tak hanya menghasilkan ide, tapi turut menciptakan generasi pemecah masalah yang membawa kota ke panggung global.

Penjurian atas inovasi dalam program ini akan melibatkan akademisi, BSKDN Kemendagri, dan BRIDA Jawa Timur, dengan peluang implementasi di tingkat kebijakan dan program Pemkot. [Nat]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *