Daerah  

Gubernur Jawa Timur Gulirkan Bantuan Sosial Senilai Rp6,53 Miliar di Kabupaten Tuban

admin
Gubernur jawa timur gulirkan bantuan sosial senilai rp6,53

Gubernur jawa timur gulirkan bantuan sosial senilai rp6,53 2TUBAN — MDN | Dalam rangka memperkuat perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan beragam bantuan sosial kepada warga Kabupaten Tuban. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (21/7) di Pendapa Kridha Manunggal, dan turut didampingi oleh Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, S.E.

Bantuan yang digulirkan mencapai total Rp6,53 miliar, mencakup program-program lintas sektor yang menyasar keluarga miskin ekstrem, penyandang disabilitas, pelaku usaha mikro, dan komunitas desa binaan. Gubernur Khofifah menekankan bahwa intervensi sosial ini bukan sekadar bantuan tunai, melainkan upaya strategis menumbuhkan kemandirian ekonomi di akar rumput.

“Keberadaan negara harus dirasakan langsung oleh masyarakat yang paling rentan. Kita ingin memastikan bahwa bantuan ini menyasar penerima yang tepat dan memberi dampak nyata,” ujar Khofifah dalam sambutannya.

Di sektor sosial, Program Keluarga Harapan Plus (PKH Plus) menjangkau 2.116 keluarga dengan bantuan Rp2 juta per tahun, total mencapai Rp4,23 miliar. Sedangkan 126 penyandang disabilitas menerima dukungan tunai masing-masing Rp3,6 juta setahun.

Pemerintah juga menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 22 buruh pabrik rokok lintas kabupaten, masing-masing Rp1,3 juta. Selain itu, terdapat bantuan Kewirausahaan Inklusif Produktif (KIP) bagi 16 eks dan aktif PPKS senilai Rp3 juta per penerima.

Di bidang mobilitas dan alat bantu, sebanyak 24 unit diserahkan kepada lansia dan penyandang disabilitas. Sementara itu, sebanyak 228 pilar sosial seperti pendamping PKH, TKSK, dan TAGANA menerima insentif total Rp844,2 juta.

Untuk pemberdayaan desa, Dinas PMD Provinsi Jawa Timur mengucurkan Rp699,8 juta yang mencakup dukungan terhadap tiga BUMDesa dan empat desa penerima program Jatim Puspa. Di sektor koperasi dan usaha mikro, satu desa menerima bantuan alat usaha senilai Rp62,25 juta. Sementara dari sektor zakat produktif, sebanyak 60 warga prasejahtera memperoleh bantuan tunai Rp500 ribu per orang.

Kepala Dinas Sosial Jawa Timur, Restu Novi Widiani, menyampaikan bahwa verifikasi penerima dilakukan dengan pendekatan berbasis data dan survei lapangan. Menurutnya, pemberian bantuan diarahkan untuk memperkuat ketahanan sosial serta membuka peluang ekonomi baru.

Bupati Tuban menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur Jawa Timur yang dinilai tepat sasaran. “Bantuan ini sangat menyentuh kebutuhan warga, terutama yang berada di wilayah desa dan pelosok,” ujarnya. [J2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *