Daerah  

HKTI Jatim Dapat Apresiasi Gubernur Khofifah atas Peran Strategis dalam Kedaulatan Pangan

admin
624202523534
Gubernur Jawa Timur, Khofifah didampingi ketua HKTI Jatim, HM Arum Sabil memberikan ucapan selamat ke pengurus HKTI Kab/kota yang barusan dilantik di kantor Gubernur Jatim, Jalan pahlawan Surabaya. Foto: Pemprov Jatim

SURABAYA – MDN | Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi besar Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur dalam mendorong kedaulatan pangan nasional. Pujian tersebut disampaikan saat pelantikan pengurus HKTI dari 38 kabupaten/kota di halaman Kantor Gubernur, Kamis (24/7/2025) sore.

Menurut Khofifah, HKTI telah menjadi motor penggerak berbagai sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan di Jawa Timur. Ia mencontohkan Bojonegoro sebagai daerah dengan produksi padi tertinggi, dan Ngawi dengan produktivitas paling unggul.

Khofifah menekankan bahwa keberhasilan Jawa Timur mempertahankan posisi sebagai provinsi dengan Luas Tambah Tanam (LTT) terbesar secara nasional merupakan buah dari kerja keras petani dan kelompok tani di bawah naungan HKTI.

“Sejak 2020 hingga pertengahan 2025, Jawa Timur konsisten menjadi daerah dengan produksi padi tertinggi di Indonesia. Ini tak lepas dari komitmen panjenengan semua,” ungkap Khofifah.

Menanggapi keluhan terkait harga gabah, pemerintah pusat telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) minimal Rp6.500. Bahkan, harga di lapangan kini rata-rata menembus angka Rp7.000 per kilogram.

Ketua HKTI Jawa Timur, Arum Sabil, menegaskan bahwa HKTI akan terus mengupayakan peningkatan produktivitas melalui penyediaan bibit unggul. Di sektor tanaman pangan dan tebu, HKTI fokus pada varietas unggul. Sementara untuk peternakan, tantangan regenerasi bibit unggul masih dihadapi, terutama persoalan inses.

HKTI juga mendorong program inseminasi buatan untuk peningkatan kualitas genetika sapi lokal. Arum menyarankan agar impor sapi dilakukan dengan pendekatan strategis, seperti mendatangkan dara bunting yang dinilai mampu memberikan dampak jangka panjang terhadap perbaikan genetika dan kesejahteraan peternak.

Di akhir pernyataannya, Arum menyoroti pentingnya sinkronisasi birahi dalam program inseminasi. Dengan sistem pemantauan serentak, diharapkan umur dan kesiapan sapi dapat dikontrol lebih baik untuk meningkatkan tingkat keberhasilan pengembangbiakan. [Nat]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *