Warta  

Tarian Kolosal Dan Kesenian Tiban Cambuk Berdarah Desa Purwokerto Meriahkan Peringatan Grebeg Tiban dan HUT RI ke-80

admin
Img 20250804 wa0029 copy 937x562

KEDIRI | MDN – Kabupaten Kediri memiliki berbagai macam kesenian, salah satunya adalah kesenian Tiban yang merupakan aksi saling cambuk secara bergantian.Minggu(03/04/2025)

Kesenian Tiban atau cambuk berdarah dan selalu diadakan pada setiap tahunnya, dan telah dilakukan masyarakat Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri secara turun temurun serta menjadi cerita rakyat.

Acara ini dimulai dari pasar Rojokoyo lama dan berjalan menuju ke lapangan purwokerto yang mana di lapangan diadakan kesenian tari kolosal yang diikut 1000 peserta dari anak2 sekolah,dan warga desa Purwokerto.

Selesai acara tari kolosal baru dilanjutkan lagi perjalanan menuju pasar baru rojokoyo untuk melangsungkan tumpeng untuk memulai berdoa juga dilanjutkan dengan acara tiban atau cambuk berdarah.

Setelah semua siap, kemudian rakyat memohon ampun kepada kekuatan yang diyakini lebih tinggi. Sebagai ritualnya, masyarakat menyiksa diri dan berjemur di bawah terik matahari.

Aksi penyiksaan diri kemudian dipertajam dengan pemecutan menggunakan pecut yang terbuat dari sodo aren (lidi aren). Mereka saling mencambuk secara bergantian.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, S.Sos,. M.M mengatakan bahwa dari kegiatan ini yakni semoga hujan yang didambakan turun meski bukan musimnya. Hujan itu disebut Hujan Tiban. Kegembiraan rakyat tidak dapat digambarkan. Mereka bersyukur.

Ritual saling cambuk itu kemudian dinamakan Tiban dan diteruskan oleh masyarakat setempat secara turun temurun. Ritual digelar setiap musim kemarau dan diselenggarakan di Pasar Rojokoyo Purwokerto sewaktu sawah dalam keadaan kering.

“Grebeg Tiban Desa Purwokerto tahun 2025 ini sekaligus kita rangkai dengan hari ulang tahun kemerdekaan republik indonesia yang ke-80 dan diteruskan atau kita kembangkan menjadi tari kolosal dengan peserta 1000 penari,” ujarnya,

Ia berharap acara di desa Purwokerto dengan tema Grebeg Tiban tahun 2025 dapat membangun kearifan budaya lokal yang berkarakter untuk masyarakat Purwokerto.

“Di purwokerto seni tiban ini menjadi salah satu aset daripada pemerintah kepenting kediri yang telah dipatenkan pada tahun 2021 atas kerja keras daripada pemerintah kabupaten Kediri,” ucap Mustika.

“Untuk mempunyai hak paten, kesenian Tiban yang ada di Kediri ini sekaligus asri daripada purwokerto sehingga dengan potensi desa purwokerto yang luar biasa ini menjadikan cambuk bagi kami bahwa ritual tiban yang dilakukan pada oleh leluhur kita yang luar biasa dengan mengorbankan tenaga pikirannya dan sekaligus badannya untuk tanggap terhadap situasi masyarakat pada saat itu yang mana pada musim kemarau pimpinan desa purwokerto pada situ memikirkan daripada rakyatnya sehingga dengan harapan dengan adanya tiban bisa turun hujan untuk bisa menceritakan kesadaran untuk masyarakat purwokerto ini menjadikan semangat kepada kita semua terutama masalah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Purwokerto, Agus nur ariful anam mengajak seluruh warga Purwokerto untuk membangun Desa Purwokerto serta kebersamaan seluruh warga untuk guyub rukun.

“Tiban ini dengan sejarah pengorbanan tokoh leluhur tiban untuk menciptakan kesejahteraan di Purwokerto dengan demikian tiban yang ada ini akan kita kembangkan menjadi satu aset daripada desa purwokerto untuk bisa mendatangkan daripada masyarakat lain baik itu dalam negeri maupun luar negeri untuk bisa datang di purwokerto untuk bisa menikmati kearifan daripada kebudayaan yang ada di desa purwokerto yang nanti akan bisa bersama-sama kita tata untuk bisa menjadikan desa budaya di kabupaten Kediri,” ucap Ariful.

Ariful juga mengapresiasi kepada kepala sekolah baik dari SMPN 1 Ngadiluwih dan juga SD Purwokerto 1,SD Purwokerto 2 dan seluruh warga masyarakat yang telah mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk mensukseskan acara tersebut.

Ariful juga menyampaikan terima kasih kepada teman-teman panitia yang sudah luar biasa kerja keras yang sangat luar biasa ini semoga pada pagi hari ini menjadi kesuksesan acara Grebeg Tiban Desa purwokerto. [Red/Yud]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *