Daerah  

Jawa Tengah Terdepan dalam Penanggulangan TBC, Wagub Taj Yasin: Speling Efektif untuk Deteksi Dini

admin
Jawa tengah provinsi dengan penanggulangan tuberkulosis terlengkap

JAKARTA – MDN | Jawa Tengah menjadi salah satu dari dua provinsi di Indonesia yang dinilai telah memiliki perangkat penanggulangan tuberkulosis (TBC) paling lengkap, bersama DKI Jakarta. Provinsi ini telah membentuk Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) dan merampungkan Rencana Aksi Daerah (RAD) di hampir seluruh kabupaten/kota, menyisakan Kabupaten Klaten yang segera ditindaklanjuti.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, setiap lima menit, dua orang di Indonesia meninggal akibat TBC. Presiden RI telah menginstruksikan percepatan eliminasi penyakit ini, khususnya di delapan provinsi dengan kasus tertinggi, termasuk Jawa Tengah.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan komitmen daerahnya dalam menggenjot penemuan kasus dan memastikan pengobatan berjalan maksimal. Pemprov Jateng telah mengeluarkan Pergub No. 27 Tahun 2024 tentang RAD Penanggulangan TBC 2024–2029 serta Keputusan Gubernur No. 440/37 Tahun 2024 tentang pembentukan TP2TB yang ditindaklanjuti di 35 kabupaten/kota.

“Dari sekian provinsi di Nusantara, Jawa Tengah yang terbaik. RAD tinggal satu yang belum selesai, yakni Kabupaten Klaten. Segera saya laporkan ke Gubernur agar dituntaskan,” ujar Taj Yasin usai Forum 8 Gubernur di Kemendagri, Selasa (26/8/2025).

Anggaran program TBC di Jawa Tengah meningkat signifikan: Rp189,99 juta (2023), Rp3,16 miliar (2024), dan Rp1 miliar pada 2025 melalui efisiensi program. Hingga 25 Agustus 2025, penemuan kasus baru mencapai 53.480 atau 50% dari target tahunan 107.488 kasus.

Rinciannya:

  • TBC Sensitif Obat (SO): 52.891 kasus, 92% di antaranya telah menjalani pengobatan.
  • TBC Resisten Obat (RO): 589 kasus dari estimasi 3.156, dengan 84% sudah memulai terapi.

Inovasi Speling Untuk mempercepat deteksi dini, Pemprov Jateng mengandalkan program Speling (Screening keliling) yang diintegrasikan dengan Cek Kesehatan Gratis dari pemerintah pusat. Program ini menjangkau hingga tingkat desa, melibatkan seluruh Dinas Kesehatan dan rumah sakit daerah.

“Speling efektif untuk screening TBC. Saat ditemukan kasus, langsung diarahkan ke fasilitas kesehatan untuk pengobatan lanjutan,” jelasnya.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengapresiasi kelengkapan perangkat penanggulangan TBC di Jawa Tengah. Menurutnya, tanpa rencana aksi yang jelas, penanggulangan akan sulit terukur. Pemda dengan progres terbaik akan diberikan penghargaan, sementara yang tertinggal akan diumumkan ke publik.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan, Indonesia menempati peringkat kedua dunia setelah India dalam jumlah kasus dan kematian akibat TBC: 1,09 juta kasus dan 125 ribu kematian per tahun.

“Ini membunuh lebih banyak dari covid. Cara penanganannya sama, mulai dari screening hingga pengobatan, dan obatnya tersedia,” tegas Budi.

Dengan strategi komprehensif, dukungan regulasi, inovasi lapangan seperti Speling, dan sinergi semua pihak, Jawa Tengah diharapkan menjadi model nasional dalam upaya eliminasi TBC sebelum 2030. [SIS]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *