Warta  

Harapan Baru dari Pelukan Seorang Pemimpin: Bocah Yatim Piatu Resky Dapat Dukungan Jadi Bintang Sepak Bola

admin
Harapan baru dari pelukan seorang pemimpin

TAKALAR – MDN | Di balik debu lapangan desa Laikang, Kabupaten Takalar, tersimpan mimpi besar seorang anak bernama Resky (11). Yatim piatu sejak kecil dan hidup dalam keterbatasan, Resky tak pernah berhenti mengejar cita-cita: menjadi pesepakbola profesional. Kini, harapan itu kembali menyala berkat pelukan hangat dan dukungan tulus dari Komandan Kodim 1426/Takalar, Letkol Inf Faizal Amin, S.I.P.

Pertemuan yang berlangsung pada Jumat (5/9/2025) di ruang kerja Dandim bukan sekadar kunjungan biasa. Di sana, Resky menerima lebih dari sekadar motivasi—ia mendapat komitmen nyata untuk masa depan.

“Bakat seperti ini tidak boleh padam. Saya akan bantu koordinasi dengan KONI dan Askab agar Resky bisa terus berkembang,” ujar Letkol Faizal Amin, penuh semangat.

Tak hanya soal sepak bola, Dandim juga menekankan pentingnya pendidikan dan akhlak. Ia menyampaikan pesan mendalam kepada Resky agar tetap menjaga keseimbangan antara mimpi dan kewajiban.

“Sekolah tetap nomor satu. Sepak bola bisa jadi jalan, tapi ilmu adalah bekal hidup,” tuturnya sambil menepuk bahu Resky dengan penuh kasih.

Bakat Resky pertama kali ditemukan oleh UNICEF dalam program pencarian talenta di wilayah terpencil, April lalu. Sejak bergabung dengan SSB Anging Mammiri Makassar, prestasinya terus menanjak:

  • Juara 3 Piala Menpora U-12 Regional Makassar di Sidrap
  • Tampil di GEAS National Championship Cup 8 di Stadion Pakansari, Bogor
  • Saat ini memperkuat tim Pattallassang Cup 2025 di Kabupaten Gowa

Setiap langkahnya adalah bukti bahwa mimpi besar bisa tumbuh dari tempat yang sederhana.

Di tengah suasana haru, Resky menyampaikan janji yang menyentuh hati.

“Saya akan rajin sekolah dan latihan. Terima kasih, Pak,” ucapnya lirih, dengan mata berbinar.

Kisah Resky bukan hanya tentang sepak bola. Ini adalah cerita tentang kepedulian, tentang pemimpin yang hadir bukan hanya untuk menjaga wilayah, tetapi juga membangun masa depan anak bangsa.

Satu pelukan dari seorang Dandim, satu dukungan dari hati yang tulus, telah membuka jalan baru bagi seorang anak untuk bermimpi lebih tinggi. [D’kawang]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *