Warta  

Kepala Puskesmas Bulukunyi Tegaskan Bahaya Narkoba: “Menghancurkan Tubuh dan Mental”

admin
Polres takalar tegas perangi narkoba

TAKALAR – MDN | Kegiatan sosialisasi “Dampak Buruk Narkotika dan Obat-obatan” di SMA Negeri 8 Takalar, Rabu (10/9), menghadirkan pesan kuat tentang bahaya narkoba. Salah satu yang paling menonjol adalah Kepala Puskesmas Bulukunyi, Iksan Muis Putra, S.KM., yang menekankan bahwa narkoba bukan hanya masalah hukum, melainkan juga ancaman serius bagi kesehatan generasi muda.

Dalam penyampaiannya, Iksan menegaskan narkoba memiliki efek jangka panjang yang bisa melumpuhkan masa depan seseorang. Ia menggambarkan, banyak kasus medis yang berakhir tragis akibat penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, narkoba tidak hanya merusak organ tubuh vital seperti hati, paru-paru, dan otak, tetapi juga menggerogoti kesehatan mental hingga mendorong pelakunya pada depresi bahkan kematian. Ia menilai, kesadaran kolektif masyarakat harus diperkuat agar generasi muda tidak tergoda masuk ke dalam jerat narkoba.

“Narkoba itu bukan sekadar membuat orang sakit, tapi perlahan menghancurkan masa depan. Sekali terjerat, sulit untuk kembali. Karena itu, pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan,” ujar Iksan penuh penekanan.

Kepala UPT SMA Negeri 8 Takalar, Irwan, S.Pd., M.Pd., turut menegaskan komitmennya bahwa sekolah harus menjadi benteng utama dalam melindungi siswa dari pengaruh narkoba. Ia menekankan peran guru bukan hanya sebagai pendidik akademik, tetapi juga sebagai pembimbing moral yang mengawasi perkembangan siswa baik di dalam maupun di luar sekolah.

Kegiatan ini berlangsung atas kerja sama antara SMA Negeri 8 Takalar, Polres Takalar melalui Satres Narkoba, Puskesmas Bulukunyi, serta aktivis Pemuda Anti Narkoba. Dari pihak kepolisian, hadir IPDA Nurdiansyah, S.H., KBO Satres Narkoba Polres Takalar, yang mengingatkan bahwa narkoba adalah musuh bersama dan pencegahan harus dimulai dari rumah dan sekolah.

Dukungan moral datang pula dari aktivis pemuda, Muhammad Yusuf, yang menegaskan bahwa pemuda tidak boleh diam menghadapi bahaya narkoba, karena masa depan bangsa ada di tangan generasi muda hari ini.

Kegiatan sosialisasi tersebut mendapat apresiasi luas, baik dari pelajar maupun masyarakat. Pesan penting yang disampaikan, terutama dari sisi kesehatan, diharapkan mampu membuka mata banyak pihak tentang betapa seriusnya dampak narkoba.

Sosialisasi ini ditutup dengan komitmen bersama seluruh pihak yang hadir: menjaga generasi muda dari narkoba berarti menjaga masa depan bangsa. SMA Negeri 8 Takalar pun digadang-gadang sebagai pionir sekolah bebas narkoba di Sulawesi Selatan, menjadi teladan bagi sekolah lain dalam upaya menuju Indonesia Emas 2045. [D’kawang]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *