Warta  

Launching Perdana, SPPG Dahlia Kandangan Bagikan 1.987 Porsi Menu Bergizi Gratis untuk Anak Sekolah

admin
Img 20250918 wa0036 copy 1280x768

NGAWI | MDN  – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dahlia yang berlokasi di Desa Kandangan resmi meluncurkan Program Menu Bergizi Gratis (MBG) dengan membagikan sebanyak 1.987 porsi makanan bergizi kepada siswa dari jenjang TK hingga SMK.

Peluncuran perdana ini menjadi bagian dari komitmen sosial Dahlia Grup dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak sekolah, khususnya di wilayah pedesaan. Program ini diharapkan terus berlanjut dan menjangkau lebih luas lagi.

Pembagian makanan dilakukan dalam dua sesi, pagi dan siang, dengan menyasar tujuh institusi pendidikan yang telah ditunjuk. “Pagi jam 08.00 kita ke TK dan SD, dan siang jam 10.00 ke SMP dan SMK. Totalnya 1.987 porsi,” ujar Agus Musa, pendiri Dahlia Grup, saat ditemui usai kegiatan distribusi, Rabu (17/9).

Ia menegaskan kesiapan Dahlia Grup untuk memperluas cakupan dan kualitas program demi membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Sekolah yang menjadi penerima MBG pada peluncuran perdana ini terdiri dari TK Bahrul Ulum, TK Dharma Wanita Kandangan, TK Tunas Harapan, TK Anggrek Mutiara Hati, SDN Kandangan 1 Ngawi, SMP Negeri 6 Ngawi, dan SMKN 2 Ngawi. Menu yang dibagikan telah dirancang oleh tim dapur yang memperhatikan aspek gizi dan kebutuhan anak usia sekolah.

Antusiasme siswa terlihat jelas selama pelaksanaan. Banyak anak menikmati makanan sambil bercengkrama dengan teman-temannya.

Salah satu guru di SDN Kandangan 1, Iswanto mengatakan bahwa para siswa bahkan telah menantikan program ini sejak diumumkan. “Responnya sangat baik. Ini sangat membantu orang tua, apalagi anak-anak sekolah sampai sore,” ujarnya.

Kepala SMP Negeri 6 Ngawi, Purwanto, juga memberikan apresiasi baik program ini dengan catatan harus terus evaluasi untuk kemajuan dari program Makan Bergizi Gratis.

“Anak-anak sekarang terbiasa dengan makanan full rasa mungkin ini rasanya agak hambar dan cenderung manis, mungkin itu saja evaluasinya, tapi karena ini menu ini sehat jadi mungkin bisa lebih disesuaikan lidah anak-anak tanpa mengorbankan nilai gizinya. Kami dukung penuh selama ini untuk kebaikan anak-anak,” pungkasnya.[Don]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *