Daerah  

Pemkab Sidoarjo Dorong Urban Farming di Rutan Perempuan, Warga Binaan Diberi Bekal Kemandirian

admin
Untitled (1)

UntitledSIDOARJO – MDN | Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan warga binaan melalui program urban farming di Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya. Dalam kunjungan resmi pada Kamis (18/8/2025), Pemkab menyerahkan bantuan bibit tanaman sayuran seperti pokcoy, selada, dan tomat sebagai langkah awal pembentukan kebun mandiri di lingkungan rutan.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, bersama jajaran perangkat daerah dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD), serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB). Kehadiran mereka disambut hangat oleh Kepala Rutan, Yuyun Nurliana.

“Urban farming di rutan bukan hanya soal pangan, tapi juga sarana pembelajaran. Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan yang berguna dan mendukung pemenuhan gizi mereka,” ujar Fenny Apridawati dalam sambutannya.

Selain bantuan bibit, Pemkab Sidoarjo juga merancang program pelatihan keterampilan seperti menjahit, kerajinan tangan, dan tata boga. Tujuannya adalah membekali warga binaan dengan kemampuan produktif yang dapat dimanfaatkan setelah masa hukuman berakhir.

“Kami ingin mereka pulang dengan bekal, bukan hanya pengalaman. Keterampilan ini bisa menjadi pintu masuk menuju kehidupan yang lebih mandiri,” tambah Fenny.

Pemkab juga menaruh perhatian pada aspek kesehatan warga binaan. Melalui Dinas Kesehatan, dukungan diberikan dalam bentuk peningkatan layanan klinik rutan, penyediaan obat-obatan, serta pendampingan tenaga medis secara berkala.

Langkah ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, yang menegaskan bahwa warga binaan berhak mendapatkan pembinaan, pelayanan kesehatan, dan pendidikan keterampilan sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial.

Kepala Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya, Yuyun Nurliana, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Pemkab Sidoarjo. Ia menilai kegiatan bercocok tanam tidak hanya memberi manfaat pangan, tetapi juga menjadi terapi mental dan sosial bagi warga binaan.

“Terima kasih atas perhatian dan dukungan yang luar biasa. Program ini memberi harapan baru bagi warga binaan kami untuk belajar, tumbuh, dan kembali ke masyarakat dengan lebih siap,” tuturnya.

Dengan sinergi lintas sektor ini, Pemkab Sidoarjo berharap dapat menciptakan ekosistem pembinaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan. Urban farming menjadi simbol bahwa ketahanan pangan dan kemandirian bisa tumbuh di mana saja—bahkan di balik tembok rutan. [Swd]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *