TAKALAR – MDN | Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Takalar menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di depan Kantor Desa Moncongkomba, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Senin (17/11/2025).
Kegiatan ini digelar untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan pokok. Beras SPHP, Gula MANISKITA, Terigu KITA, Bawang Putih, Cabai Rawit, Minyak Kita Botol, Telur Ayam, Gula Pasir PG Takalar, dan Bawang Merah dijual dengan harga terjangkau, mulai dari Rp10.000/kg hingga Rp50.000 an/kg.
Sejak pagi, warga dan pengunjung antusias memadati lokasi untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih ringan dibanding pasar.
Kepala Desa Moncongkomba, Abd. Basir, mengapresiasi kegiatan ini.
“Kami sangat berterima kasih karena warga bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Ini sangat membantu di tengah kondisi harga pangan yang kadang naik turun,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini bukan sekadar operasi pasar, tetapi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kestabilan pangan.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga di desa lain,” tambah Abd. Basir.
Dukungan langsung juga datang dari Wakil Bupati Takalar, Hengky Yasin. Hadir pula Dinas TPHKP beserta jajarannya, Pemerintah Kecamatan Polongbangkeng Selatan, para kepala desa se-kecamatan Pol-Sel, dan Babinsa Desa Moncongkomba yang turut mendampingi jalannya kegiatan.
Warga yang hadir menyampaikan apresiasi positif. Seorang pengunjung mengatakan:
“Alhamdulillah, harganya lebih murah! Biasanya beli beras dan telur cukup berat di kantong, sekarang jadi lebih ringan,” ujarnya.
Pengunjung lain menambahkan bahwa kegiatan ini membuat mereka merasa diperhatikan, karena kebutuhan pokok bisa diperoleh tanpa membebani anggaran keluarga.
Kegiatan GPM di Moncongkomba berlangsung tertib, disambut hangat warga, dan diharapkan bisa digelar secara berkala untuk menjaga stabilitas ketersediaan pangan di desa-desa lainnya.
Kegiatan ini menjadi bukti sinergi antara pemerintah daerah, aparat desa, dan masyarakat dalam memastikan pangan terjangkau bagi seluruh warga. [D’Kawang]













