NGAWI – MDN | Upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Ngawi menunjukkan hasil nyata. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Ngawi mencatat penurunan signifikan angka stunting dari 28 persen pada 2024 menjadi sekitar 10 persen di tahun 2025.
Langkah ini ditempuh melalui pembinaan intensif terhadap Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan supervisi Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di seluruh desa, kelurahan, dan kecamatan. Kegiatan berlangsung sejak 27 Oktober hingga 7 November 2025 dengan fokus pada calon pengantin, ibu hamil, serta keluarga dengan anak di bawah usia dua tahun.
Kepala DP3AKB Ngawi, dr. Nugraha Ningrum, menegaskan bahwa penanganan stunting menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah. Menurutnya, keterlibatan lintas sektor sangat penting, mulai dari perangkat daerah, kader PKK, hingga stakeholder lokal.
“Peningkatan kapasitas kader TPK bertujuan agar mereka lebih efektif dalam mendampingi keluarga berisiko stunting,” jelasnya.
Dalam kegiatan pembinaan, kader diberikan materi terkait pola makan sehat dan bergizi bagi ibu hamil serta balita. DP3AKB bahkan menyediakan contoh resep sederhana agar kebutuhan gizi keluarga dapat terpenuhi.
“Kami berikan contoh menu bergizi yang mudah diolah, sehingga ibu hamil dan balita tidak kekurangan gizi,” tegas Nugraha.
Berbagai langkah nyata ini berhasil menekan angka stunting secara drastis. Penurunan dari 28 persen menjadi 10 persen dalam kurun waktu satu tahun menjadi capaian penting bagi Kabupaten Ngawi.
“Alhamdulillah, angka stunting turun berkat kerja keras semua pihak,” tutupnya.
Program penanganan stunting di daerah sejalan dengan kebijakan nasional, antara lain:
- Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, yang menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 14 persen pada 2024.
- Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024, yang menempatkan penurunan stunting sebagai prioritas pembangunan kesehatan.
- Permenkes Nomor 21 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Stunting, yang mengatur strategi intervensi gizi spesifik dan sensitif.
Dengan capaian ini, Kabupaten Ngawi menegaskan komitmennya mendukung program nasional percepatan penurunan stunting, sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan daerah. [Don]













