MOJOKERTO – MDN | Sungai Ngotok yang berada di kawasan Taman Bahari Mojopahit (TBM), Kota Mojokerto, menjadi pusat perhatian publik saat gelaran Bahari Majapahit Dragon Boat Carnival 2025 berlangsung pada Senin (15/12). Ajang ini menghadirkan konsep sport tourism yang memadukan olahraga dayung perahu naga dengan promosi kekayaan sejarah Majapahit.
Sebanyak 16 tim dari berbagai daerah turut berkompetisi, termasuk Baruna Paddle Club Lamongan, PODSI Kabupaten Mojokerto, PODSI Kabupaten Bangkalan, Pasmar 2, serta PODSI Kota Mojokerto. Para atlet menampilkan kekompakan dan kekuatan fisik dalam setiap lintasan, menciptakan suasana perlombaan yang sengit namun tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas.
Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi, yang hadir mewakili Wali Kota Ika Puspitasari, membuka acara tersebut. Ia menyampaikan bahwa tema “Mengarungi Samudra, Menggenggam Nusantara” dipilih untuk menggambarkan semangat persatuan dan identitas bangsa maritim.
Menurut Arisandi, pemilihan TBM sebagai lokasi kegiatan memiliki makna strategis. Kawasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ruang publik tematik, tetapi juga menjadi simbol sejarah kejayaan Majapahit yang kini dikembangkan sebagai destinasi wisata air.
“TBM bukan sekadar arena olahraga bahari, tetapi juga ruang edukasi sejarah dan rekreasi yang dapat dinikmati masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Kota Mojokerto menempatkan Dragon Boat Carnival sebagai bagian dari upaya memperkuat sport tourism. Melalui kegiatan ini, olahraga dayung diharapkan mampu menjadi sarana promosi wisata sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Pada kategori perlombaan utama, tim A Pasmar 2 berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih PODSI Kabupaten Bangkalan, sementara tim B Pasmar 2 menempati posisi ketiga. Untuk kategori kontes, PODSI Kota Mojokerto berhasil meraih gelar juara.
Selain kompetisi, acara juga diisi dengan kegiatan penanaman pohon di area TBM sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Panitia turut mengadakan penggalangan dana untuk membantu korban bencana hidrometeorologi di Pulau Sumatra.
Melalui penyelenggaraan Dragon Boat Carnival 2025, Kota Mojokerto kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pariwisata berbasis budaya dan olahraga. Ajang ini sekaligus memperkuat citra daerah sebagai destinasi wisata bahari yang memiliki akar sejarah kuat dalam peradaban nasional. [NH]













