Daerah  

Unggul di Tes Tulis, Arnida Kusumaningtyas Resmi Jabat Kaur Perencanaan Desa Jenggrik

admin
Terpaut 20 Poin di Tes Tulis

NGAWI | MDN – Seleksi perangkat desa di Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, telah menetapkan Arnida Kusumaningtyas sebagai Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan. Arnida berhasil meraih posisi tersebut setelah unggul signifikan dalam tes tulis, dengan selisih nilai 20 poin dari peserta terdekatnya. Pengumuman hasil seleksi disampaikan pada Jumat (26/12/2025).

Kepala Desa Jenggrik, Suparni, menjelaskan bahwa proses penjaringan diikuti oleh 25 peserta. Namun, dua peserta tidak dapat hadir karena alasan melahirkan dan sakit. Awalnya, tes direncanakan di SMP Negeri 2 Kedunggalar, namun keterbatasan perangkat komputer membuat lokasi dipindahkan ke SMA Negeri 2 Ngawi.

“Setelah dicek, hanya tersedia lima unit komputer yang layak. Maka kami putuskan untuk pindah ke Smada agar pelaksanaan berjalan lancar,” ujar Suparni.

Ketua Tim Penguji, Atok Sunu, yang juga guru Fisika di SMA Negeri 2 Ngawi, menyampaikan bahwa seleksi dilakukan melalui dua tahapan: tes tulis berbasis komputer (CBT) dan tes praktik. Tes tulis mencakup lima mata pelajaran: Pancasila, UUD 1945, Bahasa Indonesia, Pengetahuan Desa, dan Pengetahuan Umum.

“Peserta login dengan akun masing-masing, dan nilai langsung muncul setelah menjawab 20 soal. Sistem ini kami terapkan untuk menjamin transparansi,” jelas Atok.

Nilai tertinggi pada tes tulis diraih oleh Arnida dengan skor 82, sementara peserta di posisi kedua, Marta, memperoleh 62. Meski Marta unggul dalam tes praktik dengan nilai 93,67, akumulasi akhir tetap menempatkan Arnida di peringkat pertama dengan total nilai 78,50.

Arnida, lulusan Sarjana Akuntansi, mengaku bersyukur atas hasil seleksi. Ia menilai pengalaman mengikuti seleksi sebelumnya di wilayah Kedunggalar menjadi bekal penting.

“Soal di sini justru lebih sulit. Tapi karena sudah pernah ikut sebelumnya, saya bisa lebih siap dan fokus,” ungkapnya.

Camat Kedunggalar, Arshad Ragandi, menyampaikan bahwa dengan selesainya seleksi di Desa Jenggrik, maka seluruh desa di wilayahnya kini telah lengkap perangkatnya.

“Empat desa sudah selesai serentak pada 20 Desember. Desa Jenggrik menyusul karena tahapan berbeda,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa proses seleksi berjalan dengan prinsip transparansi dan integritas. “Selisih nilai yang cukup jauh menunjukkan objektivitas sistem. Ini penting untuk membangun kepercayaan publik,” pungkasnya. [Don]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *