TARAKAN | MDN – Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan pemerintah bukan untuk dilihat dari jumlah atau nilainya, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana.
Pesan itu disampaikan Khairul saat menyerahkan bantuan kepada korban gempa bumi dan kebakaran di ruang Serbaguna Kantor Wali Kota Tarakan, Kamis (8/1/2026).
Pada kesempatan tersebut, Pemkot Tarakan menyalurkan beras cadangan pemerintah sebanyak 770 kilogram. Setiap keluarga penerima mendapatkan 10 kilogram beras.
“Kali ini kita hanya membagikan beras. Jangan dilihat besar kecilnya, tapi maknai sebagai wujud perhatian pemerintah,” ujar Khairul dalam sambutannya.
Sebelumnya, Pemkot Tarakan juga telah menyalurkan bantuan berupa bahan bangunan dan dana tunai bagi warga yang terdampak longsor maupun kebakaran.
Selain menyerahkan bantuan, Khairul mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah. Ia menekankan bahwa peringatan dari BMKG berlaku hingga Maret 2026, sehingga kesiapan cadangan pangan menjadi hal penting.
“Hampir seluruh wilayah Indonesia kini menghadapi bencana hidrometeorologi basah. Di Tarakan, hujan turun hampir setiap hari. Warga yang tinggal di lereng bukit harus ekstra hati-hati agar tidak terjadi longsor lagi,” imbau Khairul.
Dengan penyaluran bantuan ini, Pemkot Tarakan berharap masyarakat terdampak dapat sedikit terbantu sekaligus semakin meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem. [Thos]













