LAMONGAN | MDN – Genangan banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero terus mengepung Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan. Hingga Senin (12/1/2026), air belum menunjukkan tanda-tanda surut, bahkan meluas ke permukiman dan fasilitas umum.
Akses jalan utama desa lumpuh total. Ketinggian air mencapai 70 sentimeter, membuat kendaraan tak bisa melintas. Aktivitas ekonomi warga pun terhenti.
“Sudah lama banjirnya. Sampai sekarang belum pernah dapat bantuan,” keluh Makin, warga setempat. Air di dalam rumahnya bertahan di ketinggian 30 sentimeter.
Tak hanya rumah, ratusan hektare tambak warga dilaporkan gagal panen. Sektor pendidikan pun terdampak. Para siswa tetap berangkat sekolah meski harus menerjang genangan air setiap hari.
“Setiap hari pasti basah. Jalannya licin, kadang terpeleset. Tapi sekolah tetap masuk,” ujar Azam, salah satu siswa.
Banjir yang berlangsung hampir dua bulan ini membuat Bojoasri nyaris terisolasi. Distribusi logistik dan kebutuhan pokok terganggu. Warga berharap pemerintah segera turun tangan.
Usulan warga mencakup normalisasi sungai, perbaikan drainase, dan peninggian jalan desa agar banjir tak terus berulang. [NH]













