
LAMONGAN | MDN – Perjalanan panjang alumni Mesin Satu STM Negeri 1 Bojonegoro lulusan tahun 1984 kembali menyatukan puing-puing persaudaraan lama. Sebuah ekspedisi pencarian sahabat lama, Budi, yang akrab dijuluki rekan-rekannya sebagai “Budi Jaran”, menjadi momen bersejarah dalam upaya mempererat tali silaturahmi.
Julukan “Budi Jaran” sendiri muncul dari kebiasaan rekan-rekan sekelas yang kerap melontarkan panggilan tersebut semasa sekolah. Setelah puluhan tahun berlalu, nama itu tetap melekat dan menjadi identitas khas di antara alumni Mesin Satu.
Upaya menyatukan kembali alumni ini diawali dengan serangkaian pertemuan kecil:
- Pertemuan pertama di kediaman Budi Castro.
- Pertemuan kedua di rumah Muhajirin.
- Pertemuan ketiga di kediaman Handoyo.

Meski jarak memisahkan, semangat silaturahmi tetap terjaga. Hadir sahabat-sahabat dari berbagai daerah, seperti Sugeng Hariyadi bersama istri dari GKB Gresik, Sudarso dari perbatasan Jawa Tengah, Muhajirin dan Budi Castro dari Bojonegoro kota, Muhadi sang ketua kelas dari Baureno, serta Iswanto dari Babat.
Dalam pertemuan tersebut, mereka juga mengenang beberapa sahabat yang telah berpulang ke Rahmatullah, seraya mendoakan agar almarhum mendapat ampunan dan husnul khotimah.
Pertemuan ketiga semakin hangat dengan dukungan sahabat yang berhalangan hadir namun tetap bergabung melalui video call, di antaranya Hartoyo dari Yogyakarta, Gunari dari Temayang Bojonegoro, serta Sutrisno dan Handoko dari Malang. Dari sinilah muncul kesepakatan untuk mencari keberadaan Budi Jaran.

Perjalanan dimulai pukul 08.00 WIB. Penulis bersama Iswanto berangkat dari Pucak Wangi, Babat, lalu bergabung dengan Muhadi dari Baureno. Mereka bertiga melanjutkan perjalanan menuju Paciran melalui Sukodadi dan Drajat, mengikuti petunjuk sahabat Mufid yang pernah berdinas di Kantor Perikanan Paciran.
Sekitar pukul 10.30 WIB, rombongan tiba di depan kantor perikanan. Di sana mereka bertemu dengan Sugeng Hariyadi bersama istri. Setelah pencarian selama 30 menit, akhirnya alamat Budi Jaran ditemukan.
Kondisi Budi Jaran saat ditemui dalam keadaan sehat walafiat. Pertemuan berlangsung penuh kehangatan, diwarnai cerita nostalgia masa STM, canda tawa, dan pengambilan foto bersama. Sekitar pukul 13.00 WIB, rombongan berpamitan dengan pesan agar Budi Jaran tetap menjaga kesehatan dan aktif kembali di lingkaran alumni.

Sebagai wujud nyata menjaga komunikasi, Budi Jaran langsung dimasukkan ke dalam grup WhatsApp alumni Mesin Satu STM Negeri 1 Bojonegoro. Dengan demikian, ia kembali terhubung dan tidak merasa sendiri, serta dapat terus menjaga tali persaudaraan yang telah terjalin sejak 1984.
Perjalanan ini bukan sekadar pencarian sahabat lama, melainkan simbol kuatnya ikatan alumni Mesin Satu STM Negeri 1 Bojonegoro. Meski waktu dan jarak memisahkan, semangat kebersamaan tetap hidup. Silaturahmi yang terjalin kembali menjadi bukti bahwa persaudaraan sejati tak lekang oleh waktu. [J2]
Bersambung…………….













