Daerah  

Pisah Sambut Camat Tulangan: Antara Kenangan, Harapan, dan Tantangan Baru

admin
Pisah Sambut Camat Tulangan

SIDOARJO | MDN — Pendopo Kecamatan Tulangan pada Jumat (23/01/2026) menjadi saksi momen penuh haru sekaligus optimisme. Acara “Kenal Pisah” yang digelar menandai berakhirnya masa jabatan Camat Tulangan, Asmara Hadi, S.STP., M.AP., dan dimulainya kepemimpinan baru di bawah Moch. Andi Sulistiono, S.STP., M.Si..

Suasana khidmat terasa sejak awal acara. Hadir jajaran Forkopimka, kepala desa se-Kecamatan Tulangan, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi keagamaan dan kepemudaan. Kehadiran lintas elemen ini mencerminkan betapa pentingnya peran camat sebagai penghubung antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Asmara Hadi menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas dukungan masyarakat Tulangan selama masa jabatannya. Ia menekankan bahwa keberhasilan program pembangunan tidak lepas dari sinergi antara pemerintah kecamatan, desa, dan warga.

“Keramah-tamahan warga dan dedikasi rekan-rekan di kantor kecamatan adalah kenangan yang tidak akan saya lupakan. Mohon maaf jika ada kekurangan selama saya memimpin,” ucapnya penuh kehangatan.

Bagi masyarakat, Asmara Hadi dikenal sebagai sosok yang merakyat dan solutif. Beberapa tokoh menyebut kepemimpinannya berhasil menjaga stabilitas sosial sekaligus mendorong partisipasi warga dalam pembangunan.

Menggantikan posisi tersebut, Moch. Andi Sulistiono menegaskan komitmennya untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dengan semangat baru. Ia menekankan pentingnya pelayanan publik yang inklusif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Saya berharap dukungan penuh dari para kepala desa dan staf kecamatan agar visi misi pembangunan di Tulangan dapat tercapai maksimal,” ujarnya.

Harapan besar disematkan pada kepemimpinan Andi, terutama dalam pengembangan sektor UMKM dan tata kelola lingkungan. Dua bidang ini dinilai strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan.

Perwakilan tokoh masyarakat menilai pergantian kepemimpinan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat kolaborasi. Asmara Hadi dianggap telah meninggalkan jejak kepemimpinan yang humanis, sementara Andi diharapkan membawa energi baru yang lebih adaptif terhadap tantangan zaman.

“Setiap pemimpin punya gaya dan prioritas. Yang terpenting adalah bagaimana kepemimpinan baru bisa melanjutkan fondasi yang sudah ada, sekaligus membuka ruang inovasi,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

Acara ditutup dengan pemberian cinderamata sebagai bentuk penghargaan kepada Asmara Hadi. Sesi foto bersama dan ramah tamah menjadi penanda eratnya silaturahmi antar-instansi, sekaligus simbol bahwa kepemimpinan di Tulangan adalah kerja kolektif, bukan sekadar peran individu.

Pergantian camat di Tulangan mencerminkan dinamika birokrasi lokal yang terus bergerak. Di satu sisi, masyarakat kehilangan figur yang sudah akrab, namun di sisi lain mereka menyambut harapan baru dengan kepemimpinan yang lebih segar. Tantangan ke depan bagi Moch. Andi Sulistiono adalah menjaga kesinambungan program, memperkuat pelayanan publik, serta menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan di tingkat kecamatan bukan sekadar jabatan administratif, melainkan ujung tombak pelayanan dan pembangunan yang langsung bersentuhan dengan kehidupan warga. [SWD]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *