LAMONGAN | MDN – Pencarian terhadap FN (10), bocah asal Desa Kreterangon, Kecamatan Sambeng, yang dilaporkan hilang akibat terseret arus Sungai Lamong, akhirnya berujung duka. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (6/2/2026) pukul 11.00 WIB, di wilayah Dusun Betoyo, Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.
FN dilaporkan tenggelam pada Kamis (5/2) sekitar pukul 13.00 WIB saat bermain dan mandi bersama empat temannya di pinggir Sungai Lamong. Meski telah diingatkan soal bahaya arus deras, mereka tetap melanjutkan aktivitas di sekitar aliran sungai. FN diduga terseret arus dan hilang dari pandangan.
“Teman-temannya langsung berlari ke kampung sambil berteriak minta tolong. Saat kami tiba, hanya ditemukan pakaian dan sandal milik korban di tepi sungai,” ujar salah satu warga yang ikut melaporkan kejadian.
Tim SAR gabungan dikerahkan sejak hari pertama, dan pencarian diperluas pada hari kedua dengan apel koordinasi di Balai Desa Kreterangon, dipimpin Kapolsek Sambeng, IPTU Ridwan Hariyanto, S.M. Tim terdiri dari personel Polres Lamongan, TNI, Basarnas, Damkar, BPBD, Satpolairud, serta relawan dan warga sekitar.
Basarnas mengerahkan penyelam untuk menyisir area dalam, sementara BPBD memetakan jalur pencarian. Polisi dan TNI melakukan pengawasan di sepanjang aliran sungai hingga perbatasan Mojokerto.
Setelah jasad FN ditemukan mengapung sejauh 15 kilometer dari lokasi awal, proses evakuasi dilakukan dengan bantuan warga. Jenazah langsung diserahkan kepada keluarga yang menolak autopsi dan memilih pemakaman sesuai adat setempat.
“Kami menerima musibah ini dengan ikhlas. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pencarian,” ujar salah satu anggota keluarga.
Polres Lamongan menyampaikan belasungkawa dan mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak. Masyarakat juga diingatkan agar mematuhi peringatan bahaya di sekitar sungai, terutama saat debit air tinggi dan arus deras. [AT]













