BNPB: Belum Ada Solusi Permanen Atasi Banjir Bengawan Jero Lamongan

admin
Cf7b54c8 30be 42c8 8314 a9f3bb188846

LAMONGAN | MDN — Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, menegaskan bahwa belum ada solusi permanen untuk mengatasi banjir tahunan yang melanda kawasan Bengawan Jero, Kabupaten Lamongan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Budi meninjau langsung titik banjir di Desa Sidomulyo, Kecamatan Deket, serta Pintu Air Kuro, pada Jumat (20/2/2026). Ia menyebut bahwa penanganan saat ini masih bersifat darurat, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

“Sudah tiga bulan sejak November, genangan belum surut. Kita belum bisa melakukan penanganan permanen. Saat ini, langkah yang bisa dilakukan adalah memaksimalkan pompa untuk menurunkan tinggi air,” ujar Budi.

BNPB berencana menambah satu hingga dua unit pompa besar berjenis mobile pump berkapasitas 500 liter per detik, guna mempercepat penurunan debit air. Saat ini, di lokasi tersedia 16 pompa kecil dan dua pompa besar.

Selain itu, BNPB turut menyalurkan bantuan sembako kepada warga sebagai bentuk dukungan selama masa tanggap darurat.

Di tempat yang sama, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan bahwa pompanisasi menjadi metode paling efektif untuk mengurangi genangan di Bengawan Jero.

“Pompa adalah cara paling realistis saat ini. Upaya lain tidak memberikan dampak signifikan terhadap penurunan air,” kata Yuhronur, yang akrab disapa Pak Yes.

Ia menambahkan, masih terdapat selisih ketinggian air sekitar 66 sentimeter yang menghambat aliran keluar secara maksimal. “Kami menyambut baik tambahan pompa dari BNPB. Semoga bisa mempercepat penurunan air, apalagi jika hujan dalam beberapa hari ke depan tidak terlalu lebat,” pungkasnya. [NH]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *