PEMALANG | MDN – Puluhan warga Desa Gondang bersama Aliansi Masyarakat Peduli Pemalang (AMPP) dan LSM Harimau turun ke jalan pada Senin (02/03/2026) siang. Mereka menggelar demonstrasi untuk menuntut transparansi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak sesuai dengan tujuan awal.
Dalam aksinya, massa menyoroti menu makanan yang dibagikan kepada anak-anak. Paket MBG yang seharusnya bernilai Rp 10.000, menurut mereka hanya berisi pisang, kacang, roti kering, dan agar-agar dengan estimasi harga sekitar Rp 6.000. Sejumlah warga juga mengeluhkan kualitas makanan yang diterima, bahkan ada pisang yang kondisinya sudah tidak layak konsumsi.
Koordinator aksi, Ronggo Warsito, menegaskan bahwa program MBG harus benar-benar memperhatikan kebutuhan gizi anak. “Jangan asal-asalan dalam memberikan menu makanan. Anak-anak kita butuh gizi, bukan sekadar makanan seadanya,” ujarnya lantang. Ia juga meminta kejelasan penggunaan selisih dana Rp 4.000 yang tidak tampak pada kualitas makanan.
Selain itu, massa mendesak agar program MBG di Desa Gondang dihentikan sementara hingga dilakukan evaluasi menyeluruh. “Kami tidak ingin anak-anak menjadi korban ketidakpedulian. Tutup sementara program ini sampai ada evaluasi yang transparan,” tegas Warsito.
Menanggapi aksi tersebut, Kepala SPPG Citra menyampaikan permintaan maaf atas kekurangan dalam pelaksanaan program. Ia menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sesuai pagu anggaran yang ditetapkan, yakni Rp 9.333 per paket, dan seluruh pertanggungjawaban sudah mengikuti aturan yang berlaku.
Masyarakat Desa Gondang berharap aksi ini menjadi momentum perbaikan. “Semoga dengan aksi ini, pihak pelaksana lebih peduli dan memberikan yang terbaik untuk anak-anak,” ungkap salah seorang warga. Mereka menekankan bahwa tujuan utama program MBG adalah meningkatkan gizi anak-anak, bukan sekadar formalitas yang justru berisiko pada kesehatan. [SIS]













