Warta  

Tragedi di Embung Weslic: Bocah 8 Tahun di Kedungpring Lamongan Ditemukan Meninggal Dunia

admin
Tragedi di Embung Weslic

LAMONGAN | MDN – Suasana duka menyelimuti Desa Banjarejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan. Seorang bocah laki-laki berinisial A (8) ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Embung Weslic, Dusun Banjaranyar, pada Minggu (1/3). Peristiwa memilukan ini terjadi saat korban sedang bermain bersama rekan-rekannya di sekitar lokasi kejadian.

​Kronologi Kejadian
​Peristiwa bermula sekitar pukul 11.00 WIB. Korban bersama dua orang temannya beranjak menuju embung yang berjarak kurang lebih 500 meter dari kediamannya untuk bermain air.

Sesampainya di lokasi, korban mencoba turun ke tepian embung. Namun malang, diduga karena kondisi permukaan yang licin, korban terpeleset dan langsung terperosok ke dalam air yang memiliki kedalaman sekitar empat meter.

​Melihat rekannya tenggelam, kedua teman korban yang masih sebaya tidak mampu memberikan pertolongan langsung. Mereka segera berlari pulang untuk mengabarkan kejadian tersebut kepada orang tua korban, yang kemudian diteruskan laporannya ke Polsek Kedungpring.


​Merespons laporan tersebut, personel Polsek Kedungpring bersama warga setempat segera melakukan upaya pencarian darurat. Proses penyisiran dilakukan secara manual dengan menggunakan alat seadanya seperti jaring dan bantuan pompa air untuk mempermudah pemantauan di kedalaman embung.

​Setelah pencarian selama hampir dua jam, upaya tersebut membuahkan hasil.
​”Sekira pukul 13.40 WIB, korban berhasil ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia,” ujar Kasihumas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, S.Pd.

​Petugas dan masyarakat langsung mengevakuasi jenazah korban menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga agar dapat segera dimakamkan.

​Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi para orang tua di wilayah Lamongan akan pentingnya pengawasan ketat terhadap aktivitas anak-anak, terutama di area terbuka yang memiliki risiko tinggi seperti sungai, waduk, maupun embung.

​”Kami mengimbau dengan sangat kepada para orang tua agar senantiasa meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. Pastikan anak-anak tidak bermain di area perairan tanpa pendampingan orang dewasa,” tutup Ipda M. Hamzaid.

​Kejadian ini menambah daftar panjang insiden kecelakaan air di wilayah pedesaan, yang diharapkan menjadi titik balik bagi penguatan keamanan di fasilitas-fasilitas penampungan air publik. [HN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *