BGN Hentikan Sementara 492 Dapur MBG di Sumatera karena Belum Kantongi Sertifikat Higiene

admin
BGN Bekukan 492 SPPG di Sumatera
Harjito, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I Badan Gizi Nasional

JAKARTA | MDN – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan sementara operasional 492 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pulau Sumatera mulai 9 Maret 2026. Langkah ini diambil karena ratusan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut belum memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN, Harjito, menegaskan penonaktifan massal ini merupakan bagian dari upaya penegakan standar keamanan pangan. “Penghentian sementara ini adalah langkah korektif agar seluruh dapur yang beroperasi benar-benar memenuhi standar kesehatan dan keamanan,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (7/3/2026).

Menurut Harjito, aturan ini berlaku bagi dapur MBG yang telah beroperasi lebih dari 30 hari tetapi belum mendaftarkan SLHS ke Dinas Kesehatan setempat. Ia menambahkan, setelah proses pendaftaran dan verifikasi selesai, operasional dapat kembali dibuka. “Kami memberikan kesempatan bagi pengelola SPPG untuk segera melengkapi kewajiban administrasi dan standar sanitasi,” katanya.

Dari total 492 SPPG yang dinonaktifkan, 252 berada di Sumatera Utara, 77 di Lampung, 76 di Aceh, 69 di Sumatera Barat, sembilan di Riau, lima di Kepulauan Riau, dan empat di Bengkulu.

Harjito menekankan bahwa penghentian sementara ini bukan bentuk hukuman, melainkan mekanisme pengawasan kualitas layanan. Ia mengimbau seluruh pengelola SPPG segera berkoordinasi dengan dinas kesehatan agar proses pendaftaran SLHS dapat dipercepat. “Kami berharap layanan MBG segera kembali berjalan sehingga masyarakat tetap bisa merasakan manfaat program ini,” tutupnya. [AH]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *