Hukrim  

Nama Bastian Lubis Muncul dalam Kasus Korupsi ASITA, Kejati Kaltara Lakukan Pemanggilan

admin
Nama Bastian Lubis Muncul dalam Kasus Korupsi ASITA

TANJUNG SELOR, KALTARA | MDN – Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Kalimantan Utara, Bastian Lubis, menjadi sorotan publik setelah namanya tercantum dalam surat panggilan Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Kaltara. Pemanggilan tersebut terkait penyidikan dugaan korupsi belanja hibah pembuatan Aplikasi Sistem Informasi Pariwisata (ASITA) pada Dinas Pariwisata Kaltara tahun anggaran 2021.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Kaltara, Andi Sugandi, membenarkan pemanggilan itu. Namun, pemeriksaan belum dapat dilakukan karena Bastian datang di luar jam pelayanan kantor. “Yang bersangkutan dijadwalkan hadir pada Jumat (6/3/2026) pukul 09.00 WITA, tetapi tiba setelah jam pelayanan berakhir,” jelas Andi, Senin (9/3/2026).

Dalam surat panggilan, Bastian diminta hadir sebagai saksi dalam kapasitasnya sebagai Rektor Universitas Patria Artha (UPA) Sulawesi Selatan. Namanya disebut sejumlah saksi dan tersangka terkait pelaksanaan kegiatan ASITA. Penyidik ingin mengonfirmasi sejauh mana ia mengetahui proses pengadaan aplikasi tersebut. “Jika memang ada jabatan lain yang berkaitan dengan kegiatan, tentu ada dasar atau surat keputusan yang bisa ditelusuri,” tambah Andi.

Andi menegaskan, pemanggilan saksi dilakukan berdasarkan telaah penyidik terhadap alat bukti yang ada. Jika diperlukan, tidak menutup kemungkinan Bastian akan dipanggil kembali. “Perkara ini masih terus didalami. Fakta-fakta baru bisa saja muncul selama proses penyidikan,” ujarnya.

Dalam kasus ASITA, Kejati Kaltara telah menetapkan tiga tersangka. Dua di antaranya, SMDN dan SF, ditahan di Rutan Polresta Bulungan. Sementara tersangka MI masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena tidak memenuhi panggilan penyidik.

Bastian Lubis bukan nama asing bagi masyarakat Kaltara. Selain menjabat Ketua TGUPP, ia juga dikenal sebagai pakar tata kelola pemerintahan dan keuangan negara, serta Ketua DPW Gibran Centre Kaltara. Hingga berita ini diturunkan, Bastian belum memberikan pernyataan resmi terkait pemanggilannya. [Thos]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *