LAMONGAN | MDN – Pemerintah Kabupaten Lamongan bergerak cepat menghadapi banjir yang merendam kawasan Bengawan Jero. Di bawah komando Bupati Yuhronur Efendi, puluhan ton bantuan pangan disalurkan, sementara teknologi modifikasi cuaca mulai diupayakan untuk mempercepat surutnya air.
Kamis (12/3), jajaran pimpinan daerah turun langsung ke lokasi terdampak.
- Bupati Yuhronur menyerahkan bantuan simbolis di Desa Ngujungrejo, Kecamatan Turi.
- Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara bersama Sekda menyisir wilayah Glagah dan Karangbinangun.
Total bantuan mencakup 32 ton beras dari Badan Pangan Nasional melalui program Cadangan Pangan Pemerintah (BCP), serta 4.850 paket sembako dari APBD Lamongan. Tambahan pompa air juga dikerahkan untuk memperkuat titik pembuangan yang selama ini dinilai kurang maksimal.
Bupati Yuhronur menegaskan koordinasi intensif dengan BMKG Jawa Timur untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
“Kami berupaya menekan curah hujan agar genangan tidak semakin tinggi. Optimalisasi pompa berjalan, dan audit infrastruktur akan segera dilakukan untuk pemulihan pascabanjir,” ujarnya.
Meski langkah Pemkab terlihat masif, sejumlah pengamat menilai aksi turun lapangan pimpinan daerah cenderung bernuansa seremonial.
- Kuratif vs Preventif: Bantuan sembako dianggap hanya menyentuh kebutuhan konsumsi, sementara normalisasi Bengawan Jero yang dangkal belum terealisasi.
- Efektivitas Anggaran: OMC dinilai berbiaya tinggi dan hanya memberi hasil sementara jika sistem drainase makro tidak diperbaiki.
- Narasi Politik: Kehadiran pejabat di lokasi bencana dikritik sebagai pencitraan politik, bukan fokus pada pembangunan sistem peringatan dini.
Di tengah silang pendapat, bagi warga yang rumahnya terendam, bantuan beras 32 ton tetap menjadi penyambung hidup. Tantangan bagi Pemkab Lamongan kini adalah membuktikan bahwa janji pemulihan pascabanjir bukan sekadar retorika, melainkan langkah nyata menuju Lamongan bebas banjir di masa depan. [NH]
( Pegiat Bengawan njeroh).













