Bandel !! Kirim MBG ke Sekolah: SPPG Terus Beroperasi Meski Sudah Diberhentikan, Ada Apa?

admin
Ketua Satgas MBG, Nurkholes
Ketua Satgas MBG, Nurkholes

PEMALANG | MDN – SPPG, perusahaan yang ditunjuk sebagai pelaksana MBG, masih terus beroperasi meskipun telah diberhentikan oleh Satgas MBG. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apa motif di balik kelakuan SPPG yang seolah-olah mengabaikan aturan?

Menurut sumber, SPPG tidak patuh terhadap sanksi pemberhentian karena diduga ingin mengejar keuntungan dari proyek MBG. “Mereka tidak peduli dengan aturan, yang penting mereka bisa mendapatkan uang,” kata seorang warga.

Ketua Satgas MBG, Nurkholes menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau dan menindaklanjuti kasus ini. “Kami tidak akan membiarkan ada yang main-main dengan aturan, apalagi jika itu membahayakan anak-anak kita,” tegasnya.

SPPG Pelita Prabu Bumirejo, Kecamatan Ulujami mendapat teguran dan dihentikan sementara oleh Kasatgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Pemalang, Nurkholes.

Keputusan itu diambil Kasatgas setelah adanya dugaan keracunan MBG yang dialami salah satu siswa TK Pertiwi Desa Blendung, belum lama ini.

Nurkholes mengatakan, bahwa SPPG Bumirejo tidak diperbolehkan beroperasi selama proses penyelidikan berlangsung, pasca insiden keracunan.

‎“Hari ini memang tidak membagi makanan. Dihentikan dahulu karena ini dalam investigasi,” kata Nurkholes usai melakukan sidak di dapur SPPG Bumirejo, Jumat, (13/3/2026).

‎Menurut Wakil Bupati Pemalang itu, proses investigasi diperkirakan berlangsung selama dua hingga tiga hari. Dalam kurun waktu tersebut, sejumlah sampel makanan akan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui secara pasti penyebab dugaan keracunan.

‎Pemerintah Kabupaten Pemalang memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh SPPG agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

”Ini benar-benar kejadian yang tidak boleh terulang lagi. Semoga ini nanti bisa kami evaluasi semua SPPG,” ujarnya.

‎Ia menegaskan, apabila ditemukan dapur SPPG yang tidak memenuhi standar operasional prosedur (SOP), pemerintah daerah tidak segan untuk menutup operasionalnya.

‎“Kami berharap masukan dari masyarakat. Kalau ada dapur yang tidak benar, informasikan saja kepada kami, karena kami sudah ada kewenangan untuk melaporkan ini dan bisa untuk menutup,” tegasnya.

‎Menurutnya, langkah tegas perlu dilakukan demi melindungi para penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis.

‎“Ini sanksi yang tegas, karena kita akan memperhatikan penerima manfaat, karena ini yang paling utama,” tambahnya.

Meski sudah diberhentikan sementara oleh Kasatgas, SPPG Bumirejo tetap mendistribusikan MBG ke sekolah di hari Jum’at (13/3/2026) dan Sabtu (14/3/2026).

Berdasarkan penelusuran tim media di lapangan, SPPG Bumirejo mendistribusikan menu rapel untuk empat hari ke depan pada Sabtu (14/3/2026) ke sekolah. Masyarakat Desak Penutupan SPPG, Khawatir Insiden Keracunan Terulang

Masyarakat semakin khawatir dengan tetap beroperasinya SPPG, perusahaan yang dituduh menyebabkan insiden keracunan, sebelum investigasi dan perbaikan menyeluruh dilakukan. “Bagaimana jika terjadi lagi? Anak-anak kita yang menjadi korban,” kata seorang ibu rumah tangga. [SIS]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *