Warta  

Pemprov Jatim dan Pemkab Lamongan Bergerak Cepat Atasi Banjir Jelang Lebaran

admin
Pemprov Jatim dan Pemkab Lamongan Atasi Banjir

Pemprov Jatim dan Pemkab Lamongan Atasi BanjirLAMONGAN | MDN – Memasuki bulan keempat banjir yang melanda wilayah Lamongan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan melakukan langkah darurat untuk memastikan jalur vital mudik Idulfitri tetap berfungsi. Penanganan difokuskan di jalur provinsi Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, Sabtu (14/3/2026).

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, turun langsung meninjau lokasi yang kerap terendam. Ia menegaskan bahwa kondisi geografis desa yang berada di cekungan rendah membuat air mudah terjebak saat curah hujan tinggi.

Untuk mengatasi hal tersebut, sejumlah strategi teknis diterapkan, antara lain pembangunan tanggul darurat sepanjang 160 meter menggunakan kantong pasir, serta penyedotan massal dengan pompa apung untuk mempercepat surutnya genangan.

“Saat kami tiba, air masih cukup tinggi hingga membasahi celana. Kini sudah mulai surut hingga sebatas mata kaki. Fokus kami adalah memastikan jalur transportasi ini segera bisa digunakan kembali,” ujar Emil.

Penanganan banjir dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Dinas PU Sumber Daya Air, Bina Marga, hingga BBWS Bengawan Solo. Emil juga menyebutkan bahwa Pemprov Jatim menyiapkan opsi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bila intensitas hujan terus meningkat.

“Mudah-mudahan menjelang Idulfitri, masyarakat tidak lagi kesulitan akibat banjir,” tambahnya.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyambut baik dukungan penuh dari Pemprov Jatim. Ia menekankan pentingnya koordinasi yang solid untuk menyelesaikan persoalan banjir yang sudah berlangsung lama.

“Kami berterima kasih atas dukungan Pemprov dan BBWS. Satu per satu solusi sudah dijalankan. Kami optimis saat Lebaran nanti, genangan di Lamongan akan jauh berkurang,” tegasnya.

Langkah terintegrasi ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek untuk arus mudik, tetapi juga menjadi acuan penanganan jangka panjang bagi wilayah rawan banjir di Lamongan. [NH]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *