Warta  

SPPG Lopang 1 dan MWCNU Kembangbahu Gelar Santunan Ramadan, 62 Anak Yatim Terima Manfaat

admin
SPPG Lopang 1 dan MWCNU Kembangbahu Gelar Santunan dan Buka Puasa Bersama di Bulan Ramadan

SPPG Lopang 1 dan MWCNU Kembangbahu Gelar Santunan dan Buka Puasa Bersama di Bulan RamadanLAMONGAN | MDN – Momentum Ramadan kembali menjadi ajang kepedulian sosial. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lopang 1 bersama Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kembangbahu menggelar santunan anak yatim dan fakir miskin serta buka puasa bersama, Senin (16/3/2026) sore.

Acara yang berlangsung di SPPG Lopang 1 ini dihadiri sekitar 100 pengurus NU dari wilayah Kembangbahu dan sekitarnya. Sebanyak 62 penerima manfaat, terdiri dari anak yatim dan fakir miskin, menerima santunan dalam suasana penuh kekeluargaan.

Solikin, pemilik SPPG Lopang 1 yang akrab disapa Pak Polo, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap sesama sekaligus mempererat sinergi antara pengurus NU dan masyarakat.

“Kami mengambil momentum Ramadan untuk berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Memberi tak akan mengurangi rezekimu,” ujarnya.

Selain santunan, acara juga diisi dengan doa bersama dan tausiyah keagamaan yang menekankan pentingnya kepedulian sosial, memperbanyak amal ibadah, serta menjaga persatuan umat Islam.

Kegiatan santunan ini sejalan dengan amanat Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, yang menekankan peran masyarakat dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah untuk membantu fakir miskin dan anak yatim.

  • Pasal 3 UU Zakat menegaskan tujuan pengelolaan zakat adalah meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan zakat serta meningkatkan manfaat zakat bagi kesejahteraan masyarakat.
  • Dalam konteks sosial, kegiatan ini juga mencerminkan nilai ukhuwah Islamiyah dan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.

Suasana hangat terasa sepanjang acara, dengan antusiasme peserta mengikuti rangkaian kegiatan hingga waktu berbuka puasa tiba. Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat memperkuat kerja sama antara masyarakat, pengurus NU, dan tokoh lokal dalam menjaga nilai kebersamaan serta kepedulian sosial.

Ramadan kali ini menjadi pengingat bahwa berbagi bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual untuk menebar keberkahan di tengah masyarakat. [AT]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *