LAMONGAN | DN – Semangat kekeluargaan dan gotong royong warga Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, tak surut meski wilayah mereka dikepung banjir selama berbulan-bulan.
Menjelang hari raya Idul Fitri 1447 H, warga Dusun Dondomaman bahu-membahu membangun jembatan darurat dari bambu sebagai akses utama silaturahmi.
Kamis ( 19/03/2026).
Aksi nyata ini lahir dari inisiatif murni masyarakat setempat. Tanpa menunggu bantuan formal, warga merogoh kocek pribadi dan mengumpulkan dana secara swadaya untuk membeli material bambu serta peralatan yang dibutuhkan.
Empat Bulan Terendam Air
Kondisi wilayah Bojoasri memang cukup memprihatinkan.
Menurut Afifuddin, salah satu warga setempat, pemukiman mereka telah terendam banjir selama kurang lebih empat bulan terakhir. Hal ini menyebabkan akses jalan utama terputus dan aktivitas warga terhambat.
”Jembatan darurat ini kami bangun sebagai akses untuk silaturahmi antar warga, baik bagi warga Desa Bojoasri sendiri maupun kerabat dari luar desa yang ingin berkunjung saat lebaran nanti,” tegas Afif saat ditemui di lokasi kegiatan.
Jembatan “Penyambung” Persaudaraan
Bagi warga Kalitengah, momen Idul Fitri adalah waktu yang sakral untuk saling memaafkan. Keberadaan jembatan bambu sepanjang gang tersebut menjadi sangat krusial agar warga tidak perlu berendam di air banjir yang keruh saat hendak beranjak ke rumah tetangga atau saudara.
Pengerjaan jembatan dilakukan secara komunal. Para pria bertugas merakit dan mengikat bambu, sementara warga lainnya memberikan dukungan moral dan logistik. Mereka berharap, meski dalam keterbatasan bencana banjir, kegembiraan hari kemenangan tetap bisa dirasakan dengan hangat.
Melalui jembatan darurat ini, warga Bojoasri membuktikan bahwa genangan air setinggi lutut sekalipun tidak mampu memutus tali silaturahmi dan semangat kebersamaan mereka. [NH]













