Gerakan “No Kings” Warnai Amerika Serikat: Jutaan Massa Turun ke Jalan

admin
Ricuh di Pusat Kota LA mdn

Ricuh di Pusat Kota LALOS ANGELES | MDN – Gelombang demonstrasi besar melanda Amerika Serikat pada akhir Maret 2026. Gerakan akar rumput bertajuk “No Kings” berhasil menggerakkan jutaan warga untuk turun ke jalan, menandai puncak ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Data lapangan menyebutkan lebih dari 8 juta orang terlibat dalam aksi yang tersebar di 3.300 lokasi di seluruh 50 negara bagian. Massa memenuhi pusat kota ikonik seperti New York, Los Angeles, Chicago, Washington D.C., Philadelphia, hingga kawasan Midwest dan Selatan. Rekaman udara memperlihatkan lautan manusia membawa poster dan spanduk dengan pesan perlawanan.

Demonstran menyoroti kebijakan yang dianggap memperburuk kondisi masyarakat kecil. Pemangkasan layanan kesehatan serta kenaikan harga kebutuhan pokok menjadi isu utama. “Rakyat dipaksa menanggung beban, sementara kebijakan pajak justru menguntungkan kalangan miliarder,” seru salah satu orator di tengah kerumunan.

Selain isu domestik, kebijakan luar negeri juga menuai kritik. Sejumlah peserta aksi menegaskan penolakan terhadap potensi eskalasi militer. Tooraj Modrass, salah satu demonstran, menyatakan, “Kami menolak perang. Infrastruktur dan masa depan bangsa tidak boleh dikorbankan demi ambisi politik.”

Gerakan “No Kings” kini muncul sebagai simbol oposisi paling vokal di Amerika Serikat. Dengan skala massa yang masif dan pesan anti-otoritarianisme, gerakan ini diprediksi akan terus memberi tekanan terhadap dinamika politik nasional menjelang agenda besar berikutnya. [Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *