Samator Belum Pecah Telur di Final Four Proliga 2026 Surabaya

admin
Samator Belum Pecah Telur di Final Four Proliga 2026 Surabaya

SURABAYA | MDN – Harapan Surabaya Samator untuk mencatat kemenangan perdana di babak Final Four Proliga 2026 belum terwujud. Tim kebanggaan Kota Pahlawan itu kembali menelan kekalahan saat menghadapi Jakarta Lavani Livin Transmedia dengan skor 1-3 (25-23, 15-25, 16-25, 13-25) di JP Arena Surabaya, Minggu (5/4/2026) petang.

Samator sempat tampil menjanjikan di set pertama. Anak asuh Rodolfo Luis Sanchez mampu menekan Lavani dengan permainan cepat dan blok solid hingga menutup set pembuka dengan kemenangan 25-23. Namun, performa impresif itu tak berlanjut.

Memasuki set kedua, Lavani mulai menemukan ritme permainan. Serangan tajam dari Dio Zulfikri dan rekan-rekan membuat pertahanan Samator kewalahan. Lavani merebut set kedua dengan skor 25-15, lalu melanjutkan dominasi di dua set berikutnya dengan kemenangan 25-16 dan 25-13.

“Pertandingan hari ini mirip dengan saat melawan Bhayangkara Presisi. Kami sempat percaya diri di awal, tapi belum bisa menjaga konsistensi,” ujar Hadi Sampurno, Manajer Surabaya Samator.

Hadi mengakui, faktor pengalaman menjadi kendala utama timnya. “Sekitar 80 persen pemain kami masih muda. Tantangan kami adalah mempercepat kematangan mereka agar siap bersaing di level tinggi,” jelasnya.

Sebelumnya, Samator juga kalah dari Jakarta Bhayangkara Presisi dengan skor telak 0-3 (24-26, 16-25, 16-25). Dua kekalahan beruntun membuat posisi mereka di klasemen Final Four semakin berat.

Perjalanan Samator makin terjal setelah Rama Fazza Fauzan mengalami cedera dan harus menepi selama satu bulan. Meski begitu, Hadi menilai absennya Rama justru membuka peluang bagi pemain lain untuk menunjukkan kemampuan. “Tanpa Rama, kontribusi poin lebih merata. Ini jadi momentum bagi pemain muda untuk unjuk gigi,” katanya.

Sementara itu, asisten pelatih Lavani, Erwin Rusni, menilai kemenangan atas Samator tetap menyisakan catatan penting. “Set pertama kami kurang maksimal di semua lini. Setelah itu, tim bisa bangkit dan tampil lebih baik,” ujarnya.

Dengan hasil ini, Lavani memperkuat posisi di puncak klasemen sementara Final Four, sementara Samator harus berjuang keras di tiga laga tersisa untuk menjaga peluang menuju grand final. [NAT]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *