Warta  

Reco Banteng Iringi Musancab PDI Perjuangan Ngawi: Simbol Kebersamaan dan Regenerasi Politik

admin
Reco Banteng Iringi Musancab PDI Perjuangan Ngawi

NGAWI | MDN – Dentuman musik tradisional dan hentakan kaki para penari membuka suasana hangat di Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi, Minggu (19/4/2026). Lima penari berseragam hitam dengan topeng kepala banteng menari penuh energi, menandai dimulainya Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi.

Tarian Reco Banteng bukan sekadar hiburan pembuka. Gerakannya yang tegas dan kompak mencerminkan semangat gotong royong serta persatuan yang menjadi napas perjuangan partai berlambang banteng moncong putih itu.

Karya Sanggar Suryobudoyo binaan Badan Kebudayaan Nasional (BKN) DPC PDI Perjuangan Ngawi ini terinspirasi dari kisah penemuan Situs Reco Banteng di Kecamatan Kedunggalar. “Dulu lokasi itu dipercaya sebagai tempat berkumpulnya banteng. Dari sana muncul gagasan untuk menciptakan tarian yang merepresentasikan kerukunan dan kebersamaan,” ujar Imam Joko Sulistyo, pembina sanggar.

Menurut cerita warga, situs tersebut ditemukan setelah seorang pencari kayu melihat sekumpulan banteng di sebuah gundukan tanah. Setelah diperiksa, ditemukan stupa berbentuk segi empat dengan simbol lintas kepercayaan—masjid, vihara, dan pura—yang menggambarkan harmoni antarumat.

“Tarian ini lahir dari kearifan lokal masyarakat Ngawi. Filosofinya tentang keguyuban dan toleransi,” tambah Imam.

Usai penampilan Reco Banteng, Musancab dilanjutkan dengan sidang organisasi serentak untuk 19 kecamatan. Ratusan kader dari pengurus anak cabang hingga ranting hadir memenuhi pendopo.

Ketua DPC PDI Perjuangan Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menegaskan bahwa Musancab menjadi momentum penting untuk memperkuat struktur kepengurusan PAC periode 2026–2031. “Struktur ini akan menjadi ujung tombak kerja partai di tingkat kecamatan dan desa,” ujarnya.

Menariknya, kepengurusan kali ini dirancang lebih inklusif dengan melibatkan perempuan, milenial, dan generasi Z. “Setiap PAC kami dorong agar memberi ruang bagi perempuan dan anak muda. Mereka bagian dari energi baru partai,” jelasnya.

Musancab PDI Perjuangan Ngawi tak hanya bicara strategi politik, tetapi juga menegaskan bahwa budaya tetap menjadi akar perjuangan. Reco Banteng menjadi simbol bahwa politik dapat tumbuh dari nilai-nilai lokal—tentang persatuan, gotong royong, dan semangat membangun bersama.

Dengan irama tradisi yang berpadu dengan semangat regenerasi, Musancab kali ini menegaskan satu pesan: politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan ruang untuk merawat kebersamaan dan memperkuat akar budaya bangsa. [Don]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *