Plafon Taman Abirama Tuban Kembali Ambruk, Proyek Rp15,3 Miliar Jadi Sorotan

admin
Plafon Taman Abirama Ambruk

TUBAN | MDN – Plafon bangunan di kawasan Taman Abirama, Kabupaten Tuban, kembali ambrol pada Kamis (14/5/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Insiden ini menambah daftar kerusakan pada gedung yang dibangun dengan anggaran total mencapai Rp15,3 miliar.

Peristiwa terjadi saat wilayah Tuban diguyur hujan deras disertai angin kencang. Material plafon di sisi utara bangunan dilaporkan runtuh dan berserakan di lantai. Petugas langsung melakukan pembersihan untuk mengamankan area.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kerusakan kali ini terlihat lebih parah dibanding kejadian sebelumnya yang terjadi pada Januari 2026. Saat itu, plafon pada bagian yang sama juga mengalami kerusakan.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Tuban, Gunadi, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, kerusakan diduga dipicu cuaca ekstrem yang terjadi pada siang hari.

“Kejadian sekitar pukul 13.30 WIB saat hujan dan angin kencang,” ujarnya.

Gunadi memastikan pemerintah daerah akan segera melakukan perbaikan terhadap plafon yang rusak.

“Nanti kita perbaiki,” katanya singkat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka akibat ambrolnya plafon tersebut.

Taman Abirama merupakan salah satu fasilitas publik di pusat Kota Tuban. Pembangunannya dilakukan secara bertahap sejak 2022 hingga 2023 dengan total anggaran sebesar Rp15,3 miliar.

Tahap pertama dan kedua pembangunan menelan biaya lebih dari Rp10 miliar, yang bersumber dari APBD 2022 sebesar Rp8,4 miliar dan Perubahan APBD 2022 sebesar Rp1,9 miliar.

Selanjutnya, tahap ketiga mendapatkan alokasi dana Rp3,7 miliar dari Perubahan APBD 2023. Pemerintah daerah juga menganggarkan Rp1,6 miliar untuk pembangunan fasilitas penunjang.

Kembali ambrolnya plafon gedung ini memunculkan pertanyaan publik terkait kualitas konstruksi bangunan yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut. Masyarakat berharap evaluasi menyeluruh dilakukan agar kejadian serupa tidak terus berulang.  [J2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *